Kemenkop Wujudkan Koperasi yang Patuh dan Sehat Sesuai Prinsip dan Jati Dirinya

suparno

Berbagai program kegiatan telah dilaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM guna mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan Koperasi di Indonesia. Upaya itu dilakukan mulai dari pembentukan Satgas pengawasan Koperasi di seluruh provinsi kabupaten/kota sebanyak 1.712 orang.

Juga menyusun dan mereview berbagai peraturan terkait pengawasan koperasi. Pengembangan sistem pengawasan koperasi, peningkatan kerjasama dengan OJK, PPATK dan KPPU serta melakukan berbagai pelatihan, Bimtek dan sosialisasi bidang pengawasan.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi persyaratan sebagaimana pasal 13 Permenkop dan UKM nomor 17 tahun 2015 tentang pengawasan koperasi,” kata Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno, kepada wartawan di Jakarta, jumat (11/10/2018).

Berbagai upaya tersebut, imbuhnya, dilakukan dalam rangka mewujudkan koperasi yang patuh dan sehat sesuai dengan prinsip dan jati diri koperasi, sehingga dapat berdaya saing dan secara otomatis dapat melindungi masyarakat sebagai anggota koperasi.

Per Oktober 2018, Kemenkop dan UKM telah melakukan upaya dalam rangka aspek kepatuhan 86%, pemeriksaan kelembagaan 94%, pemeriksaan simpan pinjam 66% serta pemantauan penerapan sanksi 100%.

“Target penilaian kesehatan USP sebanyaj 100 KSP/KSPPS dan USP/USPPS, telah tercapai 81 KSP/KSPPS dan USP/USPPS (81%) dengan kategori sehat 16 unit, cukup sehat 40 unit dan dalam pengawasan 28 unit dan sisanya masih dalam proses,” jelas Suparno.