Kementerian Luar Negeri Buka Pusat Studi ASEAN di Palembang

Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang membuka Pusat Studi ASEAN (PSA) masing-masing (18-19/08), di Palembang. Pembentukan PSA tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri dengan kedua Universitas tentang Kerja Sama Bidang Pendidikan, Penelitian/Pengkajian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE dalam sambutannya menyatakan bahwa kerja sama ini telah lama ditunggu oleh pihak perguruan tinggi tersebut. Selama ini, Universitas Sriwijaya sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi di negara-negara ASEAN, sperti Malaysia dan Vietnam yang sifatnya antar perguruan tinggi. Ke depan diharapkan kerja sama dapat dikembangkan melalui kegiatan pengajaran oleh pejabat-pejabat Kementerian Luar Negeri.

Keeseokan harinya, Kementerian Luar Negeri menandatangani Nota Kesepahaman untuk kerja sama serupa dengan UIN Raden Fatah Palembang. “Pembukaan PSA di Palembang menjadi momentum penting karena sesuai dengan visi UIN Raden Fatah Palembang dan kota Palembang sendiri untuk melakukan internasionalisasi nilai-nilai ke-Indonesia-an dan keislaman,” ucap Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof. Drs. H. M. Sirozi, M.A., Ph.D. saat membuka kegiatan nota kesepahaman tersebut.(19/08)

Pada kedua acara pembentukan kedua PSA tersebut, Kementerian Luar Negeri diwakili oleh Ashariyadi, Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN. Ia menyambut baik kerja sama ini yang akan memperkaya wawasan melalui kajian-kajian ilmiah yang dilakukan oleh PSA.

Dengan dibentuknya dua PSA baru di Palembang, maka jumlah PSA hingga saat ini berjumlah 39 buah, yang tersebar dari Banda Aceh hingga Ambon. PSA memiliki peran penting sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan ASEAN kepada kalangan perguruan tinggi dan masyarakat umum, selaras dengan semangat ASEAN yang berorientasi dan berpusat pada rakyat.