Kisah Desa Berdaya Kasepuhan Cirebon Dulu Wilayah Paling Kumuh, Kini Juara Kebersihan

Kampung Kesunean Kelurahan Kasepuhan kini menjadi salah satu
wilayah yang paling bersih dan sehat di Kota Cirebon. Hal itu
dikarenakan sudah dua tahun terakhir berturut-turut, daerah tersebut
menjadi juara kersihan. Bahkan pada 2016, Kampung Kesunean Selatan RW
09 mengikuti program Kampung Iklim Tingkat provinsi.
Kebanggaan tersebut tidak akan terjadi bila tiga tahun lalu Ketua RW
09 Pepep Nurhadi diam saja saat daerah kekuasaannya dianggap paling
kumuh dan kotor di Kota Cirebon. “Sekitar tiga tahun lalu saya
diundang rapat oleh kelurahan, dalam rapat itu ada pembahasan tentang
kebersihan lingkungan. Dan saya menjadi sorotan karena lingkungan Kp.
Kesunean RW 09 menjadi wilayah paling kumuh dan kotor di Cirebon ini,”
tutur Pepep.
Saat itu Pepep dipertemukan oleh Rumah Zakat yang memiliki program
Bank Sampah untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Akhirnya pada
Februari 2014, terbentuk Bank Sampah Mekar Berseri di Kampung
Kesunean.
Tantangan awal yang dihadapi saat memulai program Bank Sampah ini
adalah kebiasaan warga membuang sampah ke laut dan pinggir sungai.
“Warga di wilayah pesisir seperti Kasepuhan ini memang terbiasa
membuang sampah ke laut untuk membuat tanah timbul, bukan hanya sampah
sendiri, jika kurang mereka pasti beli sampah dari luar. Mulanya
dijadikan empang, setelah itu diurug lagi dengan sampah untuk
dijadikan rumah,” kata Pepep.
Berbagai cara ditempuh untuk meyakinkan wargabetapa kebersihan
lingkungan itu penting. Meskipun hingga kini masih banyak warga yang
belum mau mengubah kebiasaan membuang sampah ke laut. Tapi tidak
sedikit juga warga yang sadar akan kebersihan lingkungannya.
Bank Sampah Mekar Berseri yang diinisiasi Rumah Zakat pun mulai
mendapat tanggapan positif terutama dari pihakpemerintah kota. Setelah
adanya program Bank Sampah Mekar Berseri, Kp. Kesunean Selatan RW 09
berhasil menjadi juara dalam lomba kebersihan tingkat Kelurahan
Kasepuhan dan tingkat Kecamatan Lemangwungkuk selamadua tahun
berturut-turut. “Ini hal yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya.
Padahal dulu saya sudah hampir putus asa dengan lingkungan yang
kotor,” ungkap Pepep.