Konser Dibatalkan, Marygops Studios akan Laporkan Ed Sheeran ke Pihak Berwajib

hartono1

Promotor pertunjukan Ed Sheeran di Jakarta, PT Marygops Studios dan sejumlah fans Ed Sheeran yang telah telanjur memborong tiket pertunjukannya menyatakan akan melaporkan baik secara Pidana maupun gugatan Perdata terhadap pihak Aeg Present selaku tour agreement dari penyanyi Ed Sheeran tersebut. Laporan tersebut akan dilayangkan lantaran konser penyanyi Ed Sheeran di Jakarta membatalkan konser yang semula di jadwalkan pada tanggal 9 Nov 2017 di ICE BSD.

“Kami telah mempelajari sejumlah meteri dugaan penipuan yang ditengarai sengaja dilakukan oleh pihak Aeg Present dengan akibat kecelakaan sebagai bagian dari trik bisnis untuk menipu promotor dan para penggemar Ed Sheeran di seluruh dunia, sebab bagaimana mungkin suatu kecelakaan akibat bermain sepeda dianggap sebagai force majeur,” kata kuasa hukum Marygops Studios Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH kepada wartawan di Jakarta, senin (30/10/2017).

Persoalannya, imbuh Hartono, dengan dalih kecelakaan tersebut ternyata hanya jadwal konser di Jakarta, Hongkong, Seoul dan Taipei yang dinyatakan batal. Sedangkan di Singapore, Kuala Lumpur, Bangkok, Mumbai dan Dubai tetap akan berjalan sesuai dengan rencana awal. “Sementara di negara lain seperti Manila, Osaka dan Tokyo mengalami penjadwalan ulang hingga April 2018,” ungkap Hartono.

Ia mempertanyakan mengapa force majeur dan kecelakaan tersebut hanya dibatasi sampai dengan tanggal 10 Nov 2017, padahal tanggal 11 Nov 2017 akan tetap konser di Singapore.

“Klien kami merasa diperlakukan tidak adil, sebab promotor di negara lain dapat kesempatan untuk melanjutkan konser dengan dijadwal ulang, tapi di Jakarta justru ditutup kesempatannya,” sesal Hartono.

Biasanya, tambah Hartono, sebuah pertunjukan dibatalkan karena ulah promotor, namun kali ini pertama pihak Ed Sheeran yang membatalkan konser tersebut, kata pihak Ed Sheeran seperti dikutip dari People.

“Jika benar seperti apa yang dikatakan oleh Ed Sheeran tersebut, maka kami tidak akan segan-segan untuk melaporkan penyanyi Ed Sheeran ke pihak Interpol sekaligus meminta kepada pihak Interpol agar melakukan red notice terhadap pihak yang terlibat, sebab telah merugikan klien kami dan sejumlah penggemar Ed Sheeran di Jakarta”, kata Hartono.

Apalagi, jelasnya, kliennya telah melakukan promo konser Ed Sheeran sejak juni 2017 lalu dan telah mengeluarkan biaya persiapan yang sangat besar, ditambah dengan kerugian untuk mengembalikan tiket konser Ed Sheeran yang telah terjual habis sebanyak 14.000 lembar, dengan harga tiket dari terendah Rp. 850.000,- hingga tertinggi Rp. 2.600.000,-.

Pembatalan konser itu diumumkan promotor konser Ed Sheeran, AEG Present Asia, melalui keterangan tertulis, Kamis (26/10/2017). “Karena ada masalah jadwal dan keterbatasan ketersediaan tempat, pada April 2018, Ed Sheeran terpaksa membatalkan jadwal turnya di Taipei, Seoul, Hongkong, dan Jakarta,” demikian pengumuman AEG Present Asia.