Kopdit Obor Mas Kembangkan Kantor cabang ke Labuan Bajo

Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas mengembangkan kantor cabang ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Pembukaan kantor cabang ini untuk mendekatkan layanan kepada anggota koperasi di Kabupaten Manggarai Barat.

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto, bersama Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br. Simanungkalit, membuka secara resmi beroperasinya kantor cabang Koperasi Obor Mas di Labuan Bajo, NTT (03/12/2019). Hadir Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula dan General Manager Kopdit Obor Mas Leonardus Frediyanto.

“Dengan adanya kantor cabang ini anggota koperasi yang ada di Manggarai Barat khususnya yang punya profesi sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah akan mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan akses pembiayaan termasuk penyaluran KUR,” kata Luhur.

Luhur berharap pembukaan kantor cabang Koperasi Obor Mas mendukung program pengembangan daerah pariwisata Labuan Bajo yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai super prioritas. Ini merupakan tantangan bagi pengurus Koperasi Obor Mas bagaimana mereka betul-betul bisa memaksimalkan potensi yang ada di Manggarai Barat dalam upaya meningkatkan potensi ekonomi masyarakat.

General Manager Kopdit Obor Mas Leonardus Frediyanto mengemukakan kantor cabang di Labuan Bajo menjadi cabang ke-18. “Target kita tahun ini untuk membuka tiga cabang terpenuhi, yaitu di Borong, Ruteng dan Labuan Bajo,” kata Leonardus.

Ia mengatakan menambah kantor cabang bertujuan agar pengembangan penyaluran kredit semakin luas termasuk tugas menyalurkan KUR.

Pada saat pembukaan kantor cabang Labuan Bajo, Bupati Manggarai Barat ikut bergabung menjadi anggota Kopdit Obor Mas.

Kopdit Obor Mas memiliki aset Rp732 miliar dengan jumlah anggota 90 ribu orang. Tahun 2019, Kopdit Obor Mas mendapat plafon penyaluran KUR sebesar Rp 150 miliar.

Kopdit Obor Mas memiliki fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan jaringan server data anggota tersambung ke Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).