Koperasi Wanita Rurum Megai, Bina Para Wanita di Krayan Produksi Kerajinan Unggulan

IMG-20191009-WA0037

Koperasi Wanita Rurum Megai yang berada di jl Kasmir Fores Desa Liang Butan Long Bawan, kecamatan Krayan, kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, merupakan salah satu koperasi yang mengkhususkan menghimpun para kaum wanita di Krayan. Koperasi yang berdiri sejak 2009 ini diketuai Rego.

Ada 30 an produk kerajinan yang dihasilkan oleh koperasi Rurum Megai ini, seperti tas, rotan, bambu, tikar biru dan lain-lain. Tas dari bambu adalah produk yang paling banyak digemari pembeli. Dalam sebulan koperasi ini bisa menjual sekitar 500 piece tas. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi kerajinan ini adalah temar, bambu, akar pandan, daun pandan dan rotan

“Produk-produk kerajinan koperasi kami jual ke Nunukan, Tanjung Selor, Tarakan, bahkan ke Malaysia, Limbang dan Brunei,” jelas Rego.

Koperasi Rurum Megai atau yang berarti Persatuan wanita pengrajin ini membina 25 UKM wanita di Krayan. Koperasi ini juga memiliki motto Bersama Koperasi Membuka Lapangan Usaha.

Untuk membuat produk-produk kerajinan, koperasi mengambil bahan baku dari Krayan saja. “Selain di koperasi membuat kerajinan, koperasi juga menampung kerajinan masyarakat di sekitar sini dan koperasi yang menjualnya,” urai Rego.

Ia berharap bantuan dana dari pemerintah untuk membeli alat-alat, guna mempermudah memproduksi kerajinan, seperti mesin jahit, mesin untuk raut rotan.

“Selama ini kami masih manual menggunakan tangan dalam mengerjakan kerajinan. Selain untuk membeli alat-alat, dana yang kami butuhkan tersebut juga akan dipergunakan untuk membeli resleting dan kain hitam untuk membuat tas,” harap Rego.

Membuat koperasi Rurum Megai ini Rego ingin mengumpulkan ibu-ibu usia di atas 60 tahun. Meskipun kadang susah mengumpulkan mereka, namun senang karena bisa ramai-ramai menganyam dan tidak memikirkan yang lain-lain.

Di tempat yang sama Erni Balang, salah satu pengrajin mengatakan, menjadi anggota koperasi bisa membantu perekonomian keluarga. “Dulu saya sulit memasarkan produk, tapi dengan koperasi saya mudah memasarkan hasil kerajinan,” ujarnya.

Sementara itu Camat Krayan Helmi Pudaaslikar mengatakan, program Kementerian Koperasi dan UKM di kawasan perbatasan sangat baik dan memberikan manfaat yang luar biasa bagi pelaku UKM dan koperasi di kawasan strategis nasional ini. “Kini jiwa kewirausahaan mulai dibangun di masyarakat, koperasi juga mulai mengelola potensi-potensi unggulan. Pelatihan-pelatihan yang diberikan Kementerian Koperasi dan UKM sangat bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian msyarakat,” ungkapnya.

Masyarkat dapat lebih memanfaatkan produk unggulan seperti beras adan, nanas dan potensi lainnya. “Nanas menjadi memiliki nilai tambah bagi masyarakat
Anyaman juga meningkat, gula tebu juga dikemas sedemikian rupa sehingga layak dijual dipasaran,” pungkasnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Nunukan Hj Anna Megariana Faridil, sangat berterima kasih dan kagum, di perbatasan seperti ini ada kelompok lansia yang kreatif menghasilkan kerajinan yang bernilai tinggi serta kualitasnya sangat bagus.

“Dimanapun tidak harus secara formal, kami lakukan baik di nunukan, maupun di pameran-pameran,” kata Anna Megariana.