Kurangi Pekerja Migran, Rumah Zakat Gulirkan Program Pemberdayaan di Purworejo, Kendal

Banyaknya pekerja migran di Purwerejo, Kendal, Jawa Tengah, Rumah Zakat menggulirkan Program Pemberdayaan Ekonomi bagi warga. Tercatat sebanyak 30% warga Purwerejo terdaftar sebagai pekerja migran, jumlah tersebut mencakup warga yang masih di luar negeri maupun yang sudah kembali ke kampung halamannya. 

Program pemberdayaan Rumah Zakat di Purwerejo sudah hadir sejak tahun 2015 dan telah mengurangi jumlah warga yang kembali bekerja ke luar negeri. Menurut Hikmah Fitria selaku Fasilitator Rumah Zakat, banyaknya ibu rumah tangga yang bekerja di luar negeri berdampak pada psikologis anak-anak yang kurangnya perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu.

“Dengan mereka bekerja di luar negeri mungkin kebutuhan ekonomi mereka bisa terpenuhi. Namun, jangka panjangnya akan berdampak negatif pada psikologis anak yang tidak mendapatkan perhatian khusus dari ibu,” ujar Hikmah, Kamis (20/12).

Dalam kurun waktu tiga tahun, lebih dari 50 orang mantan pekerja migran bergabung dengan program pemberdayaan ekonomi Rumah Zakat. Mereka memilih untuk tinggal bersama keluarga dan memutuskan untuk memulai usaha.

“Dalam pelaksanaannya, saya bagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan hobi mereka, ada yang suka dengan memasak, menjahit, membuat kerajinan, membatik, dan merajut. Hal tersebut bertujuan agar usaha yang dijalankannya tidak terbebani, karena mereka melakukannya sesuai dengan hobi yang mereka miliki dan kuasai,” jelas Hikmah.