LBH JPKP Siap Mengadvokasi Korban Dugaan Pedopolia di Bogor

Lembaga Bantuan Hukum Jaringan Pendampingan Kebijakan Pembangunan (JPKP) mengunjungi terduga korban pedopilia Qisya Ziquina Asyifa (5), siswa sebuah TK Negeri di Bogor. Qisya adalah putri dari pasangan Meli Febianti-Dwi Oktoriansyah Putra yang beralamat di jl Babakan Sukamantri, Rt 2/7 no 8 kelurahan Pasir Kuda, kecamatan Ciomas, Kota Bogor.

Menurut Meli, pada 10 Mei lalu ketika kejadian, ia mengaku telat menjemput putri tercintanya itu sekitar 30 menit. Awalnya ia tak ngeh kalau putrinya mengalami kejadian yang sangat tidak diinginkan ini. “Malam hari anak saya pengin pipis, ternyata saya melihat ada kejadian luar biasa pada anak saya,” ujar Meli kepada wartawan, usai dikunjungi team dari JPKP, senin (21/8/2017).

Dokter specialis kelamin di daerah semeru bogor, imbuh Meli, menyatakan bahwa anaknya mengalami luka lecet yang banyak di mulut bagian vagina dan dokter menyatakan bahwa itu daerah sensitif yang sangat mungkin ada benda masuk dari luar.

Setelah Qisya dirayu oleh Meli, akhirnya mengaku kalau disekolah mendapat perlakuan tak senonoh dari seseorang berinisial U. Meli pun melaporkan kejadian ini ke Polres Bogor. Namun hingga kini belum mendapat laporan perkembangan kasus laporannya.

Team Lembaga Bantuan Hukum (LBH) JPKP yang terdiri dari C Suhadi, Weni Sepalia dan Galuh Suhadi yang mengunjungi korban menyatakan siap melakukan pendampingan hukum sementara serta siap mengadvokasi jika diminta.

“Kalau kasus seperti ini dibiarkan, bukan hanya satu anak yang menjadi korban, bisa jadi puluhan anak yang lain akan menjadi korban juga. Kita mendorong polisi untuk bekerja profesional mengungkap kasus ini,” kata Suhadi usai mengunjungi Qisya.

Kalau memang terbukti adanya tindak pidana, pinta Suhadi, polisi harus memproses dan segera menahan pelakunya. Polisi diminta harus segera mengirim berkas ke kejaksaan supaya dalam waktu dekat melakukan persidangan.

“Jangan-jangan, kalau kasus ini tidak dituntaskan akan terjadi kasus-kasus pedopilia yang lain, meski tak terungkap,” sesal Suhadi.