Listrik Padam, Ratusan Advokat FAMI Laporkan PLN ke Ombudsman Republik Indonesia

IMG_20190806_114324_031

Ratusan advokat yang tergabung dalam Forum Advokat Muda Indonesia (FAMI) melaporkan direksi PLN ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait padamnya listrik di sejumlah daerah pada Minggu (4/8). Direksi PLN diduga melakukan pelanggaran maladministrasi terkait padamnya listrik karena tidak memberitahukan kepada masyarakat.

“Perkumpulan para advokat itu total ada 500 advokat ini melaporkan ketidakprofesionalan PLN, di mana matinya lampu PLN tidak diumumkan terlebih dahulu. Itu menurut kami pelanggaran,” kata Ketua Umum FAMI H Zenuri Makhrodji SH MH kepada media usai melaporkan kasus ini ke kantor ORI, Selasa (6/8/2019).

Selain itu, dia meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas padamnya listrik kemarin mengundurkan diri atau diganti. Dia juga meminta Presiden Jokowi membela kepentingan masyarakat.
“Kami minta seluruh Direksi PLN diganti dan menteri yang bersangkutan sebaiknya mengundurkan diri,” kata Zenuri.

Sementara itu, Sekjen FAMI Saiful Anam menyebut pelanggaran dugaan administrasi itu ada pada Pasal 6 dan Pasal 27 UU Ketenagalistrikan. Dia menyayangkan adanya pemadaman listrik yang cukup lama. Jika disebabkan bencana alam, pemadaman listrik pasti akan dimaklumi masyarakat.

“Karena dalam UU itu disebutkan bahwa PLN sebelum melakukan pemutusan itu diharapkan memberitahukan terlebih dahulu. Tapi ini secara tiba-tiba. Dan ini matinya cukup lama, bahkan hari ini masih detik ini masih ada sebagian. Itu maladministrasinya di sana,” ujar Saiful.

Saiful mengaku, selain membuat laporan ke Ombudsman, pihaknya akan melaporkan hal serupa ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional. Tak hanya itu, dia juga akan mengajukan gugatan class action kepada direksi PLN ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan besok Rabu (7/8).

“Kami akan melaporkan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional. Bahwa banyak konsumen yang berkeluh kesah dan kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh PT PLN ini, sehingga kami mendesak kepada PLN tidak hanya berbenah, tapi ini juga kenapa? Apa karena dirutnya sebelumnya ditahan KPK atau seperti apa?” ujarnya.