LPDB KUMKM Akan Beri Reward Bagi Koperasi Lunasi Dana Bergulir

IMG-20171108-WA0019

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) terus mensosialisasikan agar pengalihan dana bergulir dari program Kementerian ke LPDB KUMKM dapat berlangsung optimal. Upaya itu dilakukan dalam rangka mengimplementasikan Permenkeu No 99/PMK.05/2008 sebagaimana disempurnakan dengan PMK No 218/PMK.05/2009 tentang pengelolaan dana bergulir pada Kementerian Negara/Lembaga.

Oleh karena itu Kemenkop dan UKM mengeluarkan Kepmen dan meminta agar Deputi terkait mengkoordinasikan pengalihan dana dari rekening koperasi ke rekening atas nama LPDB KUMKM.

“LPDB KUMKM diminta menyelesaikan proses pengalihan dana bergulir dari rekening koperasi ke rekening LPDB KUMKM, termasuk membukukannya ke dalam neraca LPDB KUMKM dan dikonsolidasikan dengan neraca Kemenkop dan UKM, ” kata Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo saat membuka acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengalihan dana bergulir tahun 2017, di Mataram, Rabu (8/11/2017).

Acara yang mengambil tema “melalui pengalihan dana bergulir program tahun 2000 sampai dengan 2007 kita tingkatkan perkuatkan permodalan Koperasi dan UKM” ini dihadiri oleh Asdep Pembiayaan Non Bank dan perpajakan Suprapto, Sesdep Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Halomoan Tamba, Kadiskop dan UKM Prop NTB H Lalu Suswandi, Dirkeu LPDB KUMKM Ahmad Nizar dan lain-lain.

Braman mengatakan, total penyaluran dana bergulir selama tahun 2000 hingga 2007 berjumlah Rp 1,2 triliun. Dari dana tersebut yang sudah dikembalikan ke rekening LPDB sebesar Rp 894 M. “Ini tugas kita bersama untuk mengembalikan dana bergulir tersebut,” pinta Bram.

Ia juga akan memberikan reward kepada koperasi-koperasi yang sudah mengembalikan dana bergulir tersebut.
“Yang sudah bisa mengembalikan, maka kami akan memberikan perhatian, bila minta dana bergulir lagi tentu kami akan berikan,” ujar Braman.

Sehubungan dengan Kepmenkeu tersebut, BPK RI dalam setiap pemeriksaannya selalu memantau perkembangan proses pengalihan tersebut dan meminta penjelasan pelaksanaan jumlah dan realisasinya.

Karenanya, Rakor Pelaksanaan Pengalihan dana bergulir ini, Braman berharap dapat menjadi wadah untuk melakukan validasi data bergulir antara LPDB KUMKM, Deputi pelaksana program, dinas yang membidangi koperasi dan UKM dan perbankan pelaksana program yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dirkeu LPDB KUMKM Ahmad Nizar selaku ketua panitia memaparkan, dana bergulir yang disalurkan di Propunsi NTB sebesar Rp 58,5 M, yang sudah dialihkan ke rekening LPDB sebesar Rp 10,1 M. Menurutnya, LPDB KUMKM sudah mensosialisasikan pengalihan dana bergulir ini di sejumlah tempat, yaitu Jambi, Yogyakarta, Jatim, Bali, Jabar dan Lampung.

Sementara Kadiskop dan UKM Prop NTB H Lulu Suswandi memaparkan, jumlah koperasi di NTB sebanyak 4.187 koperasi. Jumlah koperasi yang aktif sebanyak 2.472 atau 59%. Dari yang aktif, yang sudah RAT sekitar 65%. Sementara jumlah pelaku UMKM 648.343. “Koperasi dan UMKM dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 1.420.711 tenaga kerja, ditambah yang bekerja di gerakan koperasi. Dengan jumlah tenaga kerja terserap tersebut, berarti peran serta KUMKM dalam menyerap tenaga kerja sebesar 30% dari jumlah penduduk NTB,” papar Lulu.

Dana bergulir diberikan oleh Kemenkop dan UKM kepada pelaku KUMKM ini untuk mendorong percepatan kegiatan ekonomi sektor riil dan produktif masyarakat, khususnya golongsn berpendapatan rendah.