Manfaatkan Era Digital, Koperasi harus Ikuti Perkembangan Zaman

IMG-20180711-WA0005

Di era tekhnologi digital saat ini, koperasi tidak boleh ketinggalan zaman. Anggota koperasi juga harus pandai masuk di fitur-fitur digital, sehingga perkembangan zaman bisa terus diikuti.

“Saat ini sudah era digital, karenanya harus diikuti juga oleh koperasi, koperasi jangan sampai ketinggalan jaman,” pinta Presiden Joko Widodo, saat memberi sambutan pada acara peringatan Hari Koperasi ke-71 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (12/7/2018).

Jokowi menambahkan, peningkatan koperasi di Indonesia saat ini cukup baik, kontribusi koperasi terhadap PDB 4,48% dari sebelumnya 3,99%. “Ini merupakan lompatan yang sangat baik oleh koperasi. Namun kita mau ada satu atau dua koperasi Indonesia yang masuk koperasi besar dunia,” harapnya.

Presiden mencontohkan, koperasi susu Fontera di Selandia Baru yang mempunyai omset Rp 165 triliun per tahun. Fontera menjadi perusahaan terbesar di Selandia Baru dan berbasis koperasi yang berhasil merebut 35% ekspor susu di dunia.

Ia juga mencontohkan, di Amerika ada koperasi Ocean Spray yang berhasil mengembangkan produk minuman buah cranberry. Awalnya hanya dikonsumsi di AS, namun kini sudah diekspor ke seluruh dunia yang omsetnya sudah puluhan triliun rupiah.

“Sekali lagi, itu adalah koperasi. Mereka bisa kenapa kita tidak,” jelas Jokowi.

Acara ini dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Ketua Dekopin Nurdin Halid dan para penggerak Koperasi dari seluruh Indonesia.

Menkop dan UKM Puspayoga mengatakan, dalam waktu empat tahun reformasi Koperasi total yang ia jalankan, kini koperasi tumbuh secara berkualitas. Itu ia lakukan guna meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

Reformasi Total  Koperasi yang dilakukan Kemenkop dan UKM, melalui tiga langkah strategis, yakni Reorientasi, Rehabilitasi dan Pengembangan yang bertujuan mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggotanya dan kemanfaatan kepada masyarakat.

“Dalam empat tahun berjalannya Reformasi Total Koperasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaan koperasi itu sendiri. Masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas  lembaga koperasi,” kata Puspayoga.

Pendataan koperasi dibenahi sehingga melahirkan data koperasi yang benar-benar aktif. Jumlah koperasi tahun 2014 sebanyak 212.570 unit  telah berkurang menjadi 152.714 unit. Sebanyak  40.013 dibubarkan karena tidak aktif lagi.

Pembinaan yang terus menerus dilakukan pemerintah untuk pengembangan koperasi sehingga indikator-indikator pertumbuhan koperasi menunjukkan peningkatan, antara lain koperasi mencatatkan omzet hingga puluhan triliun, koperasi masuk bursa efek dan koperasi membeli saham Bank BRI Syariah.

“Kemenkop dan UKM  konsisten melaksanakan Reformasi Total Koperasi dan mengajak  semua gerakan koperasi, pemerintah terus menjaga sinergi positif yang sudah terjalin selama ini sehingga koperasi menjadi kuat dan mampu meningkatkan peran dalam pertumbuhan ekonomi dan pemerataan,” pungkas Puspayoga.

Dirgahayu Koperasi Indonesia ke-71!