Menkop Teten Konsolidasikan Pembiayaan UMKM Bersama Jajaran Direksi LPDB

IMG-20191126-WA0030

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) di Jakarta, Selasa (26/11). Kedatangan Teten disambut Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo beserta jajarannya.

Diawali dengan mengunjungi ruang pelayanan informasi dan konsultasi bagi calon mitra LPDB-KUMKM, dan juga tempat pengajuan proposal pinjaman/pembiayaan LPDB. Menkop ingin mengetahui lebih banyak seputar pelayanan LPDB-KUMKM terhadap pelaku koperasi dan UMKM yang ingin mengajukan permohonan pinjaman dana bergulir guna mendukung kelancaran usaha mereka.

“Kalau dibandingkan dengan tempat lain, di sini (LPDB-KUMKM) pelayanan pengajuan pinjaman itu lebih lama atau lebih cepat?” tanya Teten kepada Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo.

Untuk proses pengajuan pinjaman dana bergulir di LPDB-KUMKM perlu 16 langkah. Dimulai dari proses desk review, kunjungan lapangan, analisa bisnis, analisa risiko, analisa yuridis, rapat pra komite, rapat komite, surat persetujuan prinsip, akad pinjaman, hingga pencairan. Dibutuhkan waktu maksimal 21 hari kerja setelah seluruh berkas persyaratan yang diajukan calon mitra terpenuhi.

“Spiritnya percepatan. Jadi tolong direview lagi, karena pelayanan pembiayaan itu berkontribusi pada peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia,” papar Teten.

Ini merupakan sidak pertama Menkop di kantor LPDB-KUMKM setelah dilantik menjadi Menteri Koperasi dan UKM pada periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) Tahun 2019 – 2024. Berkemeja lengan panjang putih ala Jokowi, Teten lantas meneruskan sidaknya ke ruang-ruang lain, seperti Direktorat Bisnis, Direktorat Pembiayaan Syariah, Direktorat Umum dan Hukum, Direktorat Pengembangan Usaha, hingga Direktorat Keuangan.

“Saya berkunjung ke sini karena ingin mengetahui lebih dalam tentang LPDB. Saya mau tahu tentang beberapa hal, misalnya UMKM kita ada tiga kelas yakni mikro, kecil dan menengah, apakah di sini terpotret dengan jelas atau tidak. Berapa jumlah dan presentase untuk mitra yang end user nya mikro, kecil dan menengah. Selain itu sektornya apa saja, apakah di sektor riil, pembiayaan atau simpan pinjam?” ujar Teten dalam pertemuan dengan seluruh Direksi dan Kepala Divisi LPDB-KUMKM.

“Saya membutuhkan data detail perihal hal-hal tersebut, sehingga saya dapat mengetahui LPDB akan fokus ke arah mana. Saya akan berkonsolidasi dengan seluruh program dan pembiayaan UMKM di tingkat kementerian, karena seperti kita tahu program pembiayaan tersebar di beberapa kementerian/lembaga (K/L), Badan Layanan Umum (BLU), perusahaan BUMN, dan juga di bank,” lanjutnya.

Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo di hadapan Menkop Teten, memaparkan rencana digitalisasi pengajuan pinjaman dana bergulir. Braman mengatakan mulai tahun 2020 pihaknya merancang pengajuan proposal menggunakan sistem online. Dimana diharapkan sistem online ini bisa menekan biaya operasional dari para calon mitra.

“Tadi bapak melihat secara manual, proposal pengajuan pinjaman/pembiayaan diantar melalui jasa kurir/pos. Ke depan, kami menawarkan kepada calon mitra melalui daerah masing-masing cukup melalui online, kemudian kita proses pengajuan pinjaman tersebut. Sehingga mampu mengurangi biaya operasional calon mitra LPDB, terutama untuk para pelaku usaha yang berada di pelosok nusantara,” ucap Braman.

Proposal online yang digagas tersebut merupakan bagian dari program transformasi digitalisasi LPDB-KUMKM dalam rangka mempersiapkan 100 hari kerja Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Selain proposal online, LPDB-KUMKM juga merancang financial technology (fintech) yang akan diluncurkan pada awal tahun 2020.

“Ke depan, LPDB-KUMKM akan bertransformasi digital, yang harapannya dapat mempermudah dan mempercepat layanan kepada seluruh mitra LPDB,” tutup Braman.