Menlu RI Tegaskan Penguatan Kerjasama dan Proses HAM di tingkat Nasional dan Kawasan

Menlu RI secara resmi telah membuka Jakarta International Conversation on Human Rights, 5 Feburari 2018, di Kementerian Luar Negeri. Pertemuan juga dihadiri oleh Mr. Zeid Ra’ad Al Husein, Komisioner Tinggi HAM PBB (KTHAM), narasumber Dr. N. Hassan Wirajudadan lebih dari 200 peserta dari kawasan Asia Pasifik. Peserta, antara lain terdiri dari LSM, Organisasi Internasional, Kementerian/Lembaga terkait, dan wakil dari seluruh Perwakilan asing di Jakarta.

“Kerja sama dan perhatian terhadap isu HAM penting bagi kita bersama, hal ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan penyalahgunaan HAM”, ucap Menlu RI pada pembukaan pertemuan.

Pertemuanini dilaksanakan mengambil momentum peringatan 70 tahun implementasi Deklarasi Umum HAM dan 25 tahun Deklarasi dan Program Aksi Wina, sertadiharapakan dapat menjadi forum diskusi, tukar pikiran dan berbagi pengalaman, terutama dalam mendorong pemajuan dan perlindungan HAM di tingkat kawasan serta mendorong penguatan HAM di tingkat nasional.

Secara khusus, Menlu RI menyampaikan bahwa di tingkat nasional, Indonesia terusmendorongpenguatankerangka peraturan perundang-undangan serta berbagai institusi dalam bidang HAM, memprioritaskan agenda HAM di pemerintah pusat dan daerah, memperkuat institusi-institusi HAM skala nasional, melakukan kampanye HAM dan peningkatan pendidikan HAM.

Dalam tingkatan kawasan, Indonesia terus berupaya memperkuat performa kinerja the ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR), yang merupakan suatu mekanisme di bawah ASEAN untuk pemajuan HAM di kawasan. Demikian juga, dalam inisiatif agenda Demokrasi dan HAM, Indonesia secara berkesinambungan menjadi tuan rumah event tahunan the Bali Democracy Forum, untuk bertukar ide/pengalaman dan berbagi best practices.

“Indonesia meyakini bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus universal dan progresif karenasetiap negara menghadapi tantangan tersendiri dan memilki fasenyamasing-masing”, lanjut Menlu RI dalam sambutannya.

Dalam hal ini, Menlu RI memberikan penekanan pada tiga poin utama, yaitu : pentingnya perlindungan dan promosi HAM di tingkat nasional, memperkuat mekanisme HAM, dan kerja sama inter-regional.

Sebelum membuka Jakarta International Conversation on Human Rights, Menlu RItelah bertemu secara khusus denganMr. Zeid Ra’ad Al Husein. Pertemuan membahas sejumlah upaya pemajuan dan perlindungan HAM di tingkat kawasan dan global, termasuk diRakhine State. Menlu RI juga berbagi pengalaman sehubungan kontribusi Indonesia dalam berbagai krisis kemanusiaan di Rakhine State, Afghanistan, serta Mindanao.

Selama di Indonesia, Mr. Zeid Ra’ad Al Husein jugadijadwalkan akan bertemu dengan Presiden RI dan beberapa Menteri di Kabinet Kerja.