Milad Ashabul Kahfi Islamic Centre Ke-20: Mempersiapkan Generasi Yang Berakhlaq di Era Millennial

Islam mengajarkan setiap umatnya untuk memiliki akhlaq mulia. Demi mencapai tujuan tersebut Allah memerintahkan umat Islam untuk mencontoh akhlaq Rasulullah SAW yang telah dijamin Allah sebagai insan terbaik di atas muka bumi.

Berangkat dari semangat inilah, Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC) mengusung tema khusus yang berjudul “Mempersiapkan Generasi Yang Berakhlaq Di Era Millennial”dalam rangka memperingati 20 tahun lahirnya (milad) Ashabul Kahfi sebagai sebuah organisasi pendidikan Islam Indonesia di Sydney Australia.

Rangkaian kegiatan Milad Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC)

Perayaan milad Ashabul Kahfi ke-20 ini dilaksanakan Ahad, 2 Desember 2018, bertempat di Korean Society Hall, Croydon Park NSW, Australia. Acara yang meriah ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan dari pagi sampai petang.

Di pagi hari, acara dimulai dengan perlombaan anak-anak seperti lomba adzan, kaligrafi, mewarnai dan hafalan doa yang dikoordinir oleh Br. Syafi’ie dan Br. Masnawi Nur.  Sekitar 35 anak berusia antara 5-10 tahun ikut serta memeriahkan acara perlombaan tersebut.

Kemudian, kegiatan perayaan milad dilanjutkan dengan temu-ramah alumni AKIC. AKIC menyadari pentingnya peranan alumni dalam membangun dan membesarkan centredi masa depan. Oleh karena itu, AKIC memberikan slot khusus bagi para alumninya untuk berdiskusi secara terfokus dalam bingkai tema ‘What are your ideas and contributions for AKIC?’ (Ide dan kontribusi yang bisa alumni sumbangkan untuk AKIC).

Dua belas orang representatif alumni AKIC duduk berdiskusi memikirkan cara terbaik bagi AKIC dalam berperan dan memberikan dampak positif pada komunitas muslim Indonesia di Sydney khususnya dalam menghadapi tantangan milenial saat ini. Diskusi yang dimoderasi oleh Br. Muhammad Aulia juga menyorot bagaimana alumni bisa ambil bagian dalam setiap kegiatan-kegiatan AKIC di masa mendatang.

Berbagai ide dan saran bermunculan dari para alumni. Diantaranya adalah ide penggunaan media sosial sebagai salah satu cara meningkatkan diseminasi informasi kegiatan-kegiatan AKIC, baik itu untuk keperluan kampanye dakwah di dunia maya atau untuk mengundang para alumni AKIC ikut berpartisipasi-aktif (active-participatory) di setiap kegiatan AKIC.

Tiga kata kunci dalam diskusi tersebut terfokus kepada peluasan tanggung jawab organisasi yang melibatkan kaum muda (shared-responsibility), pelibatan kembali (re-engagement) para alumni AKIC dan perwujudan organisasi AKIC sebagai sebuah wadah milik bersama yang bersifat independen (togetherness).

Diskusi alumni ini berhasil melahirkan sebuah forum bersama untuk alumni AKIC (AKIC Alumni Joint Forum) dengan tujuan mendukung segala kegiatan AKIC dalam mencapai cita-citanya mendirikan pusat ilmu dan dakwah Islam (Islamic Centre) di Sydney, Australia.

Pada siang hari setelah istirahat untuk makan siang dan sholat dzuhur berjamaah, acara dilanjutkan dengan agenda Jumpa Tokoh.  Acara ini menghadirkan tokohtokoh senior dari berbagai organisasi, Majlis Taklim dan komunitas masyarakat Indonesia yang ada di Sydney. Di antara para tokoh yang terlihat hadir pada acara tersebut adalah Bapak Lui Irfandi (CIDE), Bapak Endi Dharma (ICC), Ustadz Ari Aldrianzah (Iqro), Bapak Ali Askar (SSA), Ustadz Nur Syamsi (HT), Ustadz Muhammad Yaman, Bapak  Amri Yusra (Minang Saiyo), Ustadz Romzi Ali (Al Irsyad), Bapak Saifuddin Janaib (INASCA), Bapak A. Rasyid Nor (At-Taqwa), Bapak Lukman Hakim Dereinda (CIDE Academy), Bapak Ali Maslichan (Fajar Islam), Bapak Nirwan Kamaruddin, Bapak Mekail Nazar (SAS), Bapak Eddy Iskandar (KKS), Bapak H. Arman Thaher (IMGT), Bapak Bachtiar Abdul Ghani (AAS) dan Bapak H. Amrizal Ibrahim, Chairil Amin (IIA).

Acara ini dimoderasi oleh Bapak Nurhakim selaku Project Manager AKIC dengan pemaparan kilas balik kegiatan AKIC sejak 20 yang lalu, testimoni keluarga Ashabul Kahfi dari mancanegara serta laporan hasil penggalangan dana AKIC yang lalu dan status pembangunan gedung AKIC terkini.

Sesi jumpa tokoh yang juga dihadiri oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney Bapak Heru Hartanto Subolo ini berhasil memberikan banyak masukan positif dan membangun bagi AKIC ke depan. Di antaranya adalah usul mengenai program kerjasama AKIC dalam lingkup kebudayaan Indonesia dengan menggunakan branding-approach melalui media-media terkini dan bersifat inkludif.

Pengurus AKIC juga diharapkan bisa mengelola AKIC dengan mengedepankan transparansi, kebersamaan dan turut melibatkan muslim lokal Australia demi mendapatkaninternational exposure dalam pengelolaannya.

Hal ini diharapkan bisa menjadikan AKIC sebagai Islamic Centre yang bukan hanya milik masyarakat muslim Indonesia di Australia tetapi juga milik segenap masyarakat muslim di Australia secara umum. Acara Jumpa Tokoh dipadai setelah mendengar sumbang saran dari hampir seluruh tokoh yang hadir dan diakhiri dengan pernyataan penutup oleh Pendiri AKIC Dr. Teuku Chalidin Yacob

Acara kemudian dilanjutkan ke acara puncak yaitu Dakwah Akbar yang menghadirkan Ustadz Ari Aldrianzah dari Iqro Foundation. Dalam ceramahnya, Ustadz Ari menekankan pentingnya peranan orang tua dalam membentuk karakter generasi muda Islam di Australia.

Menurutnya, pada zaman millennial seperti sekarang ini, arus informasi yang datang menghampiri generasi muda Islam sudah sangat sulit untuk dibendung. Terlebih lagi, bagi masyarakat muslim yang hidup di negeri minoritas seperti Australia.

Karena itu penting bagi setiap keluarga muslim di Australia untuk bahu membahu menjaga dan mengarahkan anak-anaknya dengan menanamkan karakter Islam yang kuat pada diri anak-anak semenjak dini.

Memperkenalkan sosok mulia Rasulullah SAW melalui cerita dan prilaku mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan inilah yang harus dijawab oleh setiap orang tua muslim dan berbagai lembaga pendidikan Islam di Australia, demi mempersiapkan generasi muda Islam yang berakhlaq mulia di era millennial.

Pusat Islam Ashabul Kahfi sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Sydney yang peduli dengan pembentukan akhlaq generasi muda Islam semenjak dini diharapkan bisa terus berkomitmen dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya dalam menciptakan dan melahirkan calon-calon pemimpin Islam Australia yang berakhlaq mulia seperti akhlaqnya Rasulullah SAW.

Dakwah Akbar diakhiri dengan testimoni positif dari beberapa peserta serta pembacaan doa oleh Ustaz Romzy Ali. Tidak lupa, ucapan maaf dari jarak jauh oleh KH. Tengku Dzulkarnain (Wakil Sekjen MUI Pusat) yang semula dijadwalkan untuk mengisi Dakwah Akbar AKIC juga ditampilkan dalam bentuk rekaman video.

Rangkaian kegiatan pada perayaan milad Ashabul Kahfi Islamic Centre ke-20 berakhir dengan sukses dan ditutup dengan pembagian door-prize serta foto bersama peserta dan panitia.

Atas kekurangan dan keterlambatan beberapa agenda acara karena kendala teknis, panitia milad AKIC memohon maaf sebesar-besarnya kepada para peserta. Secara keseluruhan, segenap keluarga besar Ashabul Kahfi dan seluruh jajaran penitia acara milad Ashabul Kahfi Islamic Centre ke-20 mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Islam Indonesia baik di Australia maupun di mancanegara yang telah ikut serta memeriahkan dan berpartisipasi dalam kesuksesan acara tersebut.