Oknum TNI Diduga Keroyok Pengunjung Karaoke Venus Depok

Nasib naas harus dialami Hayum Salampessy alias Yumces, karena diduga menjadi korban pengeroyokan oknum anggota TNI berinisial ASS dan kawan-kawannya. Wajahnya memar dan bibirnya berlumuran darah setelah dihajar pada pelaku secara membabi buta.

Peristiwa itu terjadi di depan Mall Depok Town Square (Detos) Jl. Margonda Raya, Depok Jawa Barat, Minggu (28/1/2018), sekitar pukul 18.30 Wib. Sejumlah saksi mata mengatakan melihat langsung kejadian tersebut.

“Sebenarnya kami mau nanya masalahnya apa, tapi dihadang dan diminta untuk tidak ikut campur. Mau gimana lagi kami hanya melihat saja. Jumlah mereka kan banyak sekitar 20 lebih,” ungkap salah seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya di Depok, Senin (29/1/2018).

Saat ini korban sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok. Sementara para pelaku sudah dimintai keterangan sejak malam tadi. Mereka sendiri yang membuat pengaduan tentang adanya pemukulan terhadap petugas karaoke venus, yang diduga dilakukan oleh korban.

Pihak keluarga dan pengacara korban juga membuat pengaduan atas kasus pemukulan terhadap Hayum. Rencananya mereka akan mengadukan para pelaku ke Propam TNI, dengan harapan Propam TNI menjatuhkan sanksi terhadap para pelaku, karena “main hakim” sendiri.

“Apapun alasannya sebagai aparatur negara tidak bisa main hakim sendiri. Bila ada suatu tindak pidana mestinya diserahkan ke pihak berwajib, bukan malah main hakim sendiri. Ini negara hukum,” kata pengacara korban, Mario Talaohu.

Salah seorang petugas sekuriti mengenal dengan sebagian oknum TNI yang mengeroyok korban. Mereka sebagian diduga berasal dari Yon Kav 1/1 Kostrad. Sebab para pelaku sering kali karaoke di Venus. Namun karena alasan takut ia tidak mau menyebutkan identitas mereka.

Menurut kronologis awalnya bahwa korban hendak karaoke di Venus Detos. Sekitar pukul 16.00 Wib korban bertemu dengan Indra selaku asisten manager Venus untuk meminta dibukakan room, akan tetapi Indra menolak.

Korban yang hari-harinya mangkal di tempat tersebut dan bahkan sudah mengenal dekat dengan petugas Venus, merasa kesal. Korban langsung menampar Indra, selanjutnya Indra mengadu kepada oknum TNI berinisial ASS. Tidak lama kemudian oknum TNI berpangkat pratu itu datang sambil membawa rekan-rekannya sekitar 25 orang lebih.

Para pelaku mencari korban dan langsung menghajarnya tanpa rasa ampun. Korban dihajar tanpa ada perlawanan apapun. Setelah jatuh tersungkur tak sadarkan diri korban langsung dibawa menggunakan mobil. Awalnya tidak diketahui ke mana korban dibawa pergi, namun setelah keluarga dan pengacara korban hendak melapor ke Polres Depok, baru diketahui kalau korban sudah di sana.

Buntut dari kejadian ini, keluarga dan rekan-rekan korban menggelar aksi solidaritas di depan Venus pada Minggu malam. Mereka meminta pihak manajemen ikut bertanggungjawab. Aparat keamanan langsung datang ke lokasi untuk melerai massa supaya tidak terjadi aksi anarkis. Hingga menjelang tengah malam aksi ini berakhir dengan kondusif.

Aksi solidaritas dari keluarga dan korban masih akan berlanjut pada hari ini. Tidak hanya pihak manajemen, para pelaku juga dituntut untuk diproses secara hukum. Bahkan mereka dapat dikenai sanksi oleh atasannya.