Peduli Hak Pasien, STIH IBLAM – RSPAD Gatot Soebroto Gelar Seminar Hukum Kesehatan

IMG-20191112-WA0016

Saat ini terdapat pergeseran paradigma dalam hubungan interpersonal di dalam hukum kesehatan, yang sebelumnya berdasarkan pola hubungan vertikal paternalistik menjadi pola hubungan horizontal kontaktual. Konsekuensinya akan muncul inspanning verbintenis yaitu adanya hubungan hukum antara dua subjek dan melahirkan hak dan kewajiban bagi para pihak serta dikarenakan objek transaksi yaitu upaya penyembuhan yang hasilnya tidak pasti dampaknya dan karenanya upaya tersebut dilakukan dengan kehati-hatian.

Hal itu yang menjadi salah satu dasar kerja sama antara Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM dengan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta dalam bidang pendidikan-pengajaran, penelitian-publikasi, jurnal workshop serta pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama itu diadakan dalam bentuk seminar hukum kesehatan yang digelar di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

“Berdasarkan undang-undang nomor 29/2004, pasien memiliki hak tentang praktek kedokteran yaitu mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis, prognosis terhadap tindakan yang dilakukan, meminta pendapat dokter atau dokter gigi, mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis, menolak tindakan medis dan mendapatkan isi rekam medis,” kata Ketua Komite medik RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI dr Lukman Ma’ruf SpBS MKes MH saat menjadi keynote speaker dalam seminar hukum tersebut.

Sementara berdasarkan undang-undang nomor 8 1999 tentang perlindungan konsumen, pasien juga mempunyai hak kenyamanan keamanan dan keselamatan, memilih informasi yang benar jelas dan jujur, didengar pendapat dan keluhannya, mendapatkan advokasi pendidikan dan perlindungan konsumen, serta dilayani secara benar jujur dan tidak diskriminatif serta memperoleh kompensasi ganti rugi atau penggantian.

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua III STIH IBLAM Dr (C) Marjan Miharja SH MH mengatakan dokter-dokter gigi harus mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya, karena profesi dokter harus dilindungi secara hukum yang berbasi kepada negara hukum Pancasila

Dalam seminar hukum kesehatan tersebut, hadir sebagai pemateri Dirbinmatkes Puskesad Budiman Gunawan, yang membawakan materi dengan tema: analisis putusan sanksi perdata malpraktek sebagai bentuk pertanggungjawaban perlindungan konsumen.

Anggota DPR RI periode 2009-2014 yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Zona Pancar Indo Heriyanto yang membawakan materi dengan tema: analisis gugatan pemecatan ASN di PTUN. Serta Kepala Departemen kulit RSPAD Gatot Subroto Dian Andriani yang membawakan materi dengan tema: kepastian hukum terhadap penggunaan obat yang belum terdaftar di badan pengawas obat dan makanan Republik Indonesia studi putusan nomor 2008 K/ Pid.Sus 2016.

Seminar tersebut juga dihadiri oleh para dokter RSPAD Gatot Soebroto dan para mahasiswa STIH IBLAM.