Perkumpulan Gerakan Bangsa Harap Rentetan Aksi Terorisme Bisa Segera Diatasi

IMG-20180514-WA0029

Rentetan aksi terorisme, mulai yang terjadi di Mako Brimob, sejumlah tempat ibadah di Surabaya kemarin dan Mapolrestabes Surabaya hari ini, membuat elemen bangsa prihatin dan mengutuk aksi itu. Tak terkecuali Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), mereka hari ini mengumpulkan ratusan anggotanya untuk menyikapi aksi ini.

“Kita di sini berkumpul secara spontanitas, sebagai ungkapan keprihatinan terhadap kerusuhan di Mako Brimob kemudian disusul tindakan terorisme di Surabaya kemarin dan hari ini,” kata Ketua Umum PGK Bursah Zaenubi didampingi Sekjen Riyan Hidayat kepada wartawan di sela-sela acara aksi keprihatinan, di kantornya, kawasan Duren Tiga Jakarta, senin (14/5/2018).

Mereka berkumpul untuk mendoakan, semoga rentetan peristiwa itu dapat segera diatasi oleh aparat keamanan. Kepada semua elemen masyarakat, Bursah mengingatkan bahwa aksi kekerasan tidak dibenarkan baik dilihat dari ajaran agama maupun falsafah Pancasila.

“Kita sudah sepakat dengan keragaman agama dan suku banngsa yang berada di bawah naungan NKRI. Kita ingin seluruh komponen bangsa tergerak untuk tidak takut dan bersatu menghadapi aksi terorisme ini,” tegas Bursah.

PGK juga ingin meyakinkan pemerintah dan aparat penegak hukum agar tidak ragu mengambil langkah hukum supaya aksi ini tidak terulang, “tidak perlu menunggu payung hukum, saat ini aparat penegak hukum harus mengambil langkah hukum yang tegas terhadap upaya pemecah belah keutuhan bangsa,” jelas mantan Wakil Ketua DPR ini.

Bursah juga menegaskan, tidak boleh ada seseorang yang mengatasnamakan apa saja untuk melakukan tindakan kekerasan. Ia menyatakan hampir tidak percaya, dalam waktu tiga hari, puluhan korban meninggal akibat aksi terorisme.

“Kami mendesak DPR untuk mengesahkan payung hukum supaya aparat penegak hukum bisa mengantisipasi peristiwa seperti ini,” pungkas Bursah.