Prajurit TNI Bagikan Perlengkapan Sekolah di Desa Ghandouriyah, Lebanon Selatan

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil membagikan perlengkapan sekolah kepada anak-anak di Desa Ghandouriyah, Lebanon Selatan, Minggu (5/11/2017).

Wakil Komandan SatgasIndobatt Konga XXIII-K/Unifil Mayor Inf Mohammad Tamami bersama staf Cimic (Civil Military Cooperationturut serta membagikan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang dihadiri pula orang tua dari anak-anak dan Kepala Desa Ghandouriyah Mr. Khoodor  Mahmud.

Menurut Mayor Inf Mohammad Tamami, paket perlengkapan sekolah yang merupakan donasi dari Satgas Indobatt XXIII-K/Unifil terdiri dari bukutulis, buku gambar, pensil, pensil warna, kerayon, pena, penggaris, kotak pensil dan tas sekolah dibagikan untuk membantu anak-anak sekolah yang kurang mampu.

Anak-anak Desa Ghandouriyah dengan antusias menyambut kedatangan prajurit-prajurit Indobatt XXIII-K/Unifil yang memang selalu dekat dengan masyarakat sekitar wilayah Indobatt,” katanya.

Anak-anak berbaris rapi sambil sesekali bercanda dengan teman-temannya. “Ada rasa haru saat kami berinteraksi dengan anak-anak, mereka masih polos dan mempunyai masa depan yang menjadi tanggung jawab bersama,” kata Mayor Inf Mohammad Tamami.

Kepala Desa Ghandouriyah Mr. Khoodor  Mahmud mengucapkan banyak terima kasih atas semua donasi yang telah diberikan Satgas Indobatt kepada anak-anak yang ada di Desa Ghandouriyah.   “Dengan adanya donasi ini tentu sangat membantu sekali dalam proses kegiatan belajar, serta hal itu meningkatkan semangat mereka untuk sekolah,” ucapnya.

Desa Ghandouriyah merupakan wilayah Lebanon Selatan yang termasuk dalam desa binaan Satgas Indobatt XXIII-K/Unifil. Saat ini keadaan di desa tersebut sudah semakin baik, masyarakat dan anak-anak khususnya mulai terbuka dengan kedatangan para prajurit Indobatt.

Hal tersebut tidak lepas dari peran Civil Military CooperationSatgas Indobatt XXIII-K/Unifil yang selalu mampu menjadi penyambung hubungan antara masyarakat dan Unifil.  Selain itu, cara pendekatan prajurit Indobatt yang berbeda dengan kontingen dari negara lain menjadikan prajurit Indonesia selalu mendapat tempat di masyarakat dimanapun bertugas.