Presiden Tak Hadir, Sidang Gugatan FAMI atas Padamnya Listrik Ditunda

IMG-20190807-WA0100

Sidang perdana gugatan perdata yang dilayangkan Forum Advokasi Muda Indonesia (FAMI) yang mengatasnamakan Perwakilan Kelompok Masyarakat Terdampak Pemadaman listrik kepada PT PLN sedianya akan berlangsung pada Senin (9/9).

Sidang perdana perkara terkait peristiwa padamnya listrik secara massal pada 4 Agustus 2019 tersebut ditunda, karena pihak Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku pihak turut tergugat I tidak hadir. Awalnya Ketua Majelis Hakim Krisnugroho Sri Pratomo memeriksa kehadiran para tergugat dan turut tergugat. Pihak PT PLN (Persero) selaku tergugat hadir, sementara turut tergugat I Presiden Jokowi tidak hadir.

Sedangkan pihak turut tergugat II Kementerian BUMN hadir, dan turut hadir tergugat III Kementerian ESDM. Hakim pun memutuskan untuk menunda sidang dan kembali dibuka pada 30 September mendatang karena masih ada pihak yang belum hadir.

“Hari ini yang tidak hadir turut tergugat I Presiden RI, karena ada salah satu pihak yang belum hadir, kami akan panggil lagi,” kata Krisnugroho, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Sekretaris Jenderal (Sekjend) FAMI, Syaiful Anam mengatakan, surat pemanggilan untuk sidang pertama yang dikirim oleh Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah ia terima pada Selasa (27/8) lalu.

“Iya kemarin tanggal 27 Agustus kami sudah menerima surat panggilan untuk menghadiri sidang pertama,” ucap Syaiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/9).

Sidang pertama tersebut diagendakan pukul 09:00 WIB. Dalam sidang nanti, pihak penggugat dengan tergugat dan turut tergugat akan dipertemukan di Pengadilan.

Pihak tergugat adalah PT PLN. Sedangkan pihak turut tergugat antara lain Presiden RI, Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Gugatan itu dilakukan secara class action mewakili masyarakat yang terdampak pemadaman listrik serentak di hampir separuh pulau Jawa pada awal Agustus kemarin.

PT PLN digugat secara materil maupun immateril. Gugatan materil yang diajukan penggugat senilai Rp 213 triliun. Sedangkan gugatan immateril senilai Rp 100 triliun. Sehingga total tuntutan ganti rugi sebesar Rp 313 triliun.

Gugatan tersebut telah diajukan oleh FAMI pada Rabu (7/8) lalu ke PN Jakarta Selatan dan telah teregister dengan nomor perkara 648/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL.