Rayakan Malam Pergantian Tahun Baru, Masyarakat Diminta tidak Hura-hura

IMG-20181226-WA0009

Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan perayaan pergantian malam tahun baru dengan cara hura-hura. Perayaan itu bisa dilakukan bersama keluarga terdekat dengan membakar ikan, ayam dan lain-lain.

“Itu dilakukan supaya tidak mengundang kerawanan terhadap tindak kejahatan. Kita minta masyarakat tidak berhura-hura konvoi di jalanan mabuk-mabukan untuk menghindari bersinggungan atau emosi dengan masyarakat lain dan agar waspada terhadap barang-barang bawaannya,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara Kompol Mustakim SH MH, saat berbincang dengan Mediasi Online, di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru, pihaknya telah menempatkan para anggotanya untuk difloting di tempat tempat peribadatan kaum Nasrani, untuk mengantisipasi tindak pidana kejahatan di tempat peribadatan seperti jambret dan kejahatan lainnya

Menurut Mustakim, yang pernah menjadi staf pribadi pimpinan Jenderal Tito Karnavian sewaktu menjabat Kapolda Metro Jaya dan bertugas di bidang Reserse selama 20 tahun ini mengatakan, tindak pidana kejahatan di wilayah hukum Penjaringan Jakarta Utara terbilang tidak terlalu tinggi dan relatif aman, paling terjadi street crime, seperti curanmor, jambret, bisnis online dan lain-lain.

Masyarakat mengesankan daerah penjaringan rawan tindak kejahatan, dibantah oleh Mustakim. “Kami yang sudah bertugas di sini menyatakan Penjaringan yang merupakan wilayah pesisir pantai utara tidak rawan kriminal, tidak perlu khawatir untuk datang ke Penjaringan yang juga banyak wisata kuliner,” tegas Mustakim yang merupakan alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo angkatan ’84 dan alumnus S2 Fakultas Hukum Unkris Jakarta ini.

Dalam menjalankan tugas Mustakim mengaku selalu mengedepankan prosedural profesional. “Karena sudah kita geluti ya kita nikmati saja, kadang kalau mau nangkap terduga pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat, namun belum berhasil, itu yang agak menjadi beban,” ujarnya.

Yang jelas ia selalu berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku tindak kejahatan dan sudah banyak pelaku kejahatan yg di tangkap dan di ambil tindakan tegas, Sebaliknya kalau berhasil mengungkap kasus kejahatan menonjol yang meresahkan masyarakat dan mendapatkan reward, maka akan menjadi kebanggaan tersendiri.

Memang pelaku kejahatan itu umumnya membawa senjata baik berupa pisau maupun senjata yang lain. “Namun sebagai aparat kita harus selalu sigap dan tidak lengah mengantisipasi hal itu, namun jika membahayakan petugas atau membahayakan masyarakat ya kita akan segera lumpuhkan,” pungkas Mustakim. Selamat bertugas ndan…