Rencana Pengembangan Kampus Merdeka Menuju Politeknik Negeri Media Kreatif yang Lebih Otonom

IMG-20200211-WA0022

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan empat Kebijakan untuk Pendidikan Tinggi yang diberi nama “Kampus Merdeka”, pada 24 Januari 2020 lalu, yaitu Pertama, Pendirian program studi (prodi) baru bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan akreditasi A dan B.

Kedua, re-akreditasi bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi PT dan Prodi yang sudah siap naik peringkat. Ketiga, kebebasan bagi PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN-BH; dan keempat, hak mengambil mata kuliah di luar prodi dan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (sks) yang intinya adalah hak belajar tiga semester di luar program studi dan di luar kampus.

Politeknik Negeri Media Kreatif sebagai perguruan tinggi vokasi senantiasa fokus untuk mendidik dan melatih mahasiswanya untuk dapat menjadi pekerja terampil dan calon wirausahawan muda berbakat untuk dikembangkan menjadi talenta yang inovatif, kreatif dan trampil guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di dunia usaha/industry khusunya pada bidang industri kreatif untuk menghasilkan SDM Indonesia yang unggul.

“Untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa Polimedia khususnya jenjang Diploma tiga, Polimedia menerapkan kebijakan bahwa selesai semester dua mahasiswa wajib mengikuti orientasi industri beberapa hari, selesai semester 4 mahasiswa harus mengikuti magang industri selama 3 bulan dan pada semester 6 mahasiswa wajib mengikuti praktek industri selama 3 sampai 4 bulan,” kata Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif Dr Purnomo Ananto MM, kepada wartawan di Jakarta, selasa (11/2/2020).

Hal ini karena didukung oleh kebijakan Polimedia lainnya bahwa setiap lulusan Polimedia selain memiliki ijazah dan sertifikat pendamping ijazah juga mereka wajib memiliki satu sertifikat kompetensi yang dikeluarkan BNSP melalui LSP Polimedia, hasilnya cukup
membangakan bahwa berdasarkan hasil tracer study tahun 2019, sebanyak 82,6% lulusan Polimedia sudah bekerja dan diterima di dunia industri dengan cukup baik. Sedangkan sisanya ada yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan berwirausaha.

Berkaitan dengan Kebijakan Kampus Merdeka Polimedia berdasarkan hasil Rapat Kerja Polimedia tanggal 5 sampai dengan 7 Februari 2020 di Bogor telah menetapkan beberapa kebijakan sebagai berikut.

1. Untuk memperkuat akreditasi prodi yang ada maupun prodi yang akan dibuka, Polimedia akan mereview MoU yang ada serta menjajaki MoU baru dengan industri bertaraf nasional maupun internasional termasuk dengan BUMN dan perguruan tinggi yang memiliki ranking 100 dunia (QS).

MoU dengan dengan dunia usaha dan industry Polimedia akan menekankan pada re-orientasi kuriukulum berbasis industry yang menandatangani MoU dengan Polimedia, kesepakan menerima mahasiswa untuk dapat melakukan magang/praktik industri selama 1 atau 2 semester serta kesediaan industri tersebut menerima lulusan Polimedia ketika mereka sudah lulus. Polimedia sangat percaya dengan pendekatan tripple helix (perguruan tinggi-indusrtri-pemerintah) akan sangat membantu perguruan tinggi (vokasi) untuk mengembangkan perguruan tingginya untuk menghasilkan SDM Unggul Indonesia.

2. Akan mendorong prodi untuk mengambil akreditasi internasional ataupun akreditasi A agar Polimedia lebih dapat bersaing di tingkat internasional serta menghasilkan
lulusan yang berkualitas dan dapat diterima masyarakat.

3. Saat ini Polimedia masih berstatus PTN Satker (belum otonom) dan sejak tahun 2019 sudah mulai Sudah melakukan persiapan untuk menjadi PTN-BLU, namun dengan adanya kebijakan Kampus Merdeka dimana Pemerintah akan mempermudah proses perubahan status dari PTN-BLU ataupun PTN-Satker menjadi PTN-BH maka Polimedia segera akan mengajukan diri menjadi PTN-BH agar Polimedia memiliki otomomi baik akademik maupun non akademik, hal ini didukung oleh kesiapan Polimedia seperti memiliki asset yang cukup memadai baik di Kampus Polimedia Jakarta (Kampus Utama) maupun Polimedia Kampus Medan dan Makassar sebagai Prodi Studi di luar Kampus Utama (PSDKU).

Jumlah mahasiswa yang telah mencapai 4000 orang dan akan terus dikembangkan, makin bertambahnya dosen dari kalangan milenial yang fresh graduate baik magister maupun doktor, dosen dari kalangan industri/praktisi yang mencapai 40%, prodi yang
ada hampir seluruhnya prodi-prodi kekinian (berbasis industri kreatif), Polimedia juga memiliki hotel dan produk turunannya (catering, EO. Tours and travel, dll), peralatan cetak yang sangat lengkap baik mesin offset, mesin web maupun digital printing dan 3D printing yang mampu memproduksi buku, majalah, Koran dan jenis cetakan
lainnya. Selain itu Polimedia juga memiliki studio TV, Radio, fotografi, lab animasi dan game technologi serta bidang jasa latihan yang sangat dibutuhkan masyarakat dan tentunya aset lainnya yang dapat diprediksikan memperoleh PNBP sebagai penunjang PTN-BH sambil berharap agar upaya Polimedia ini benar-benar dibantu oleh pemerintah untuk mewujudkan Polimedia menjadi PTN-BH agar pengelolaan Polimedia sebagai PTN Vokasi memiliki otomomi yang luas baik secara akademik maupun non akademik.

4. Proses pendidikan dan pengajaran bagi mahasiswa di Polimedia sebenarnya sudah mengarah pada merdeka belajar, artinya Polimedia sudah menerapkan belajar di luar prodi bahkan diluar kampus yaitu mereka wajib mengikuti orientasi industri pada
semester dua, magang industry bagi mahasiswa semester empat dan praktik industri pada semester enam (untuk mahasiswa jenjang D3), dengan adanya kebijakan kampus merdeka khususnya bagi mahasiswa Sarjana Terapan (D4), maka Polimedia akan menyempurnakan system dan lingkungan pembelajaran yang terbaik bagi mahasiswa tentunya dengan mengoptimalkan hubungan Polimedia, industri dan Pemerintah dalam bentuk kolaborasi tiga serangkai (triple helix) yang selama ini sudah berjalan. Saat ini Polimedia sedang melakukan re-orientasi kurikulum berbasis industry dengan melibatkan industri yang relevan dengan prodi yang ada di Polimedia.

Re-orientasi kurikulum berbasis industri ini dimaksudkan untuk memberikan hak kepada mahasiswa untuk melakukan praktik industri dua semester dan satu semester untuk mengambil mata kuliah di luar prodinya. Untuk menghasilkan SDM unggul di Polimedia melalui kebijakan Kampus Merdeka ini Polimedia juga memiliki berbagai program untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa yang tidak saja di bidang akademik tetapi juga di bidang non akademik melalui berbagai UKM dan Ormawa lainnya serta pengembangan Soft Skills agar mahasiswa memiliki sejumlah kompetensi dasar untuk menjalankan kehidupannya sehari-hari seperti kemampuan berpikir kritis, kreatif, percaya diri, mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu mengambil keputusan dengan tepat, program pengembangan soft skills ini diintegrasikan pada mata kuliah yang ada dan kegiatan di UKM serta Latihan Dasar Kepemimpinan serta latihan Bela Negara yang bekerjsama dengan TNI dan POLRI.

5. Untuk dapat mewujudkan kebijakan Kampus Merdeka di Polimedia sebagai
Perguruan tinggi negeri vokasi yang masih berstatus sebagai PTN Satker tersebut maka peranan pemerintah khususnya Kemdikbud untuk membantu pengadaan infra struktur khususnya sarana prasarana untuk menunjang sarana pembelajaran dan
dana penelitian yang memadai, sehingga proses pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dapat terwujud dengan baik. Sedangkan dukungan industri atau organisasi social baik berskala daerah, nasional maupun internasional sangat diperlukan dalam
rangka memberikan tempat dan kesempatan kepada mahasiswa Polimedia untuk dapat melakukan magang/praktik agar dapat mengimplementasikan pengetahuandan keterampilan guna menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industry sehingga menghasilkan SDM yang unggul.