Rumah Wakaf Salurkan Perahu Motor untuk Guru Pedalaman

Fasilitas yang serba terbatas, tak menyurutkan semangat
Saharuddin untuk mendidik generasi muda di Kampung Baru, Pulau Longos,
Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bersama dua guru lainnya,
Saharuddun mendidik 33 putra dan putri di kampung tersebut lewat
sebuah pesantren yang berdiri sejak 2014.
“Alhamdulillah dukungan tokoh masyarakat pada pesantren di Pulau
Longos ini sangat baik. Hal ini membuat kami makin semangat dalam
memberikan pendidikan terbaik bagi remaja di pulau ini,” ungkap
Saharuddin.
Salah satu kendala yang dirasakan dalam pesantren tersebut adalah
minimnya transportasi laut. Untuk memenuhi kebutuhan pesantren,
seperti perlengkapan sekolah, hingga makanan, Saharuddin harus
berangkat ke Labuan Bajo dengan menggunakan kapal yang berjarak tempuh
hingga empat jam. Kapal pun baru ada setiap empat hari sekali.
“Sebagai salah satu pulau yang terpencil, memang agak sulit untuk
mengakses beragam keperluan operasional pesantren. Makanya kami harus ke Labuan Bajo Flores,” ungkap Saharuddin.
Melihat hal tersebut, Rumah Wakaf menggalang donasi untuk menyediakan
Perahu Motor bagi keperluan pesantren di Pulau Longos. “Alhamdulillah
donasi sudah terkumpul di bulan Ramadhan 1438 H lalu, dan saat ini tim
kami tengah memproduksi perahu motor untuk segera dikirimkan ke Pulau
Longos,” tutur Direktur Rumah Wakaf, Soleh Hidayat. Tak hanya perahu
motor, Rumah Wakaf pun menyalurkan program Wakaf Al Quran untuk
Pesantren di Pulau Longos.