Sengketa Kepemilikan Tanah, Jenderal Purnawirawan Polisi Diduga Aniaya Pasutri

IMG-20190113-WA0018

Pada sabtu (12/1/2019) pekan lalu, sekitar pukul 10 pagi telah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan dan/atau penganiayaan terhadap Sutheo dan Dede yang terjadi di Jl Siaga Raya Komplek Siaga Baru No. A5. “Sutheo dan Dede diduga dikeroyok serta dianiaya oleh sekelompok orang yang tidak dikenal (preman) sebanyak kurang lebih 20 orang yang juga diketahui dan dibiarkan oleh jenderal purnawirawan polisi dan istrinya,” kata Teguh Putra, kuasa hukum Sutheo dan Dude, kepada wartawan di Jakarta, minggu (13/1/2019).

Sutheo dan Dede, imbuhnya, dikeroyok sehubungan dengan sengketa kepemilikan atas rumah di alamat tersebut oleh dan antara IT cs dan N cs yang menurut korban (Dede) bermula dari tahun 2004 dan telah berkekuatan hukum tetap di tahun 2008 dan telah dilakukan eksekusi pengosongan atas tanah dan bangunan (rumah) yang terletak di Jl. Siaga Raya Komplek Siaga Baru No. A5 pada tahun 2012.

“Akan tetapi N cs tidak menerima dan tetap melakukan upaya hukum yang terakhir juga telah ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada sekitar bulan Desember 2018, yang menurut pengakuan dari N dan jenderal pensiunan tersebut tengah banding namun sangat disayangkan bukannya menghargai proses hukum yang sedang berjalan, justru N dan suaminya secara terang-terangan melakukan praktek premanisme dengan tujuan untuk mengosongkan rumah tersebut,” sesal Teguh Putra.

Menurutnya, atas kejadian tersebut korban babak belur dan menderita luka berat karena ‘dihabisi’. Kini Sutheo terbaring lemah di rumah sakit dengan kondisi gegar otak ringan dan Dede menderita lebam di muka dan sekujur tubuh..

“Kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Polsek setempat dan diproses oleh Polres Metro Jakarta Selatan yang kemudian orang yang tidak dikenal tersebut diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan berikut N yang hingga saat ini diketahui penyidik Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan pemeriksaan termasuk para pengeroyok dan korban atas perbuatan premanisme yang diduga N dan suaminya yang seorang pensiunan jenderal polisi diduga merupakan otak pengeroyokan dan penganiayaan tersebut,” jelasnya.

Sampai saat ini preman serta pensiunan jenderal polisi dan istrinya tersebut, imbuh Teguh, masih berada di halaman rumah korban dan kerap kali melakukan pengancaman untuk mengosongkan rumah.