Sesmenkop dan UKM Serahkan Hibah Rumah Siap Huni ke-100 Kopsyah BMI

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menyerahkan hibah rumah siap huni atau rumah gratis ke-100 dan pembiayaan rumah tanpa uang muka atau down payment (DP) ke-30 dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) yang berlokasi di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Tangerang.

Penyerahan kedua unit rumah yang merupakan produk usaha dan kegiatan sosial yang dilakukan Kopsyah BMI tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan di Tanah Air.

“Hari ini merupakan hari bersejarah. Koperasi bisa terus berjalan bersama pemerintah karena prinsip dasarnya koperasi sama halnya yang dijalankan oleh pemerintah. Diantaranya, mengurangi angka kemiskinan,” kata Meliadi Sembiring dalam sambutan pada acara Penyerahan Pembiayaam Rumah Tanpa DP dan Hibah Rumah Siap Huni di Tangerang, Selasa (21/8).

Hadir pada acara tersebut, Pj Bupati Tangerang DR Komarudin, Ketua Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Kamaruddin Batubara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab Tangerang Banteng Indarto serta para penggiat koperasi di Tangerang.

Menurut Meliadi, koperasi memiliki potensi dan peluang sangat besar dan perlu dikelola bersama-sama dengan baik. Sebab berdasarkan data dari Pemkab Tangerang, saat ini terdapat sekitar 50 ribu rumah tidak layak huni sehingga penanganannya harus melibatkan semua pihak secara bersama-sama pula.

“Kalau rumah sudah layak huni dan bagus, maka usahanya pasti berjalan. Ini jelas mengurangi angka kemiskinan. Dari pada dana disimpan di tempat lain, di sini (simpan Koperasi Syariah BMI -red) ada nilai ibadahnya, bisa membantu kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ujar Meliadi Sembiring.

Terkait hal ini, Meliadi Sembiring menjelaskan Sociopreneur yang saat ini telah menjadi trendy dan perlu dilakukan ke depan. Saat ini, kata dia, menjadi pengusaha besar sudah menjadi hal biasa, namun menjadi sukses secara bersama-sama sesungguhnya merupakan hal yang luar biasa.

“Ke depan, bagaimana kita ciptakan BMI-BMI yang lainnya, melalui pelatihan, pendidikan atau magang. Sehingga, bisa benar-benar siap menjadi partner pemerintah yang baik. Dan ini menjadi trigger untuk mempercepat program pembangunan dan menekan angka pengangguran,” kata Meliadi.

Di samping itu, Meliadi juga mengatakan, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia yang memiliki 138 ribu anggota memiliki captive market besar dan peluang ekonomi yang harus diraih sebanyak-banyaknya sehingga koperasi bisa tumbuh semakin besar lagi.

Misalnya, memenuhi seluruh kebutuhan anggota saja sudah memperoleh perputaran ekonomi yang besar. “Jualan yang menjadi kebutuhan anggota dan koperasi yang bisa memenuhi kebutuhan anggotanya, ini sudah bagus. Hal ini ibaratkan Orkestra dan diharapkan bisa berkoordinasi bersama-sama dengan daerah-daerah yang lain,” ujar Meliadi.

Pada kesempatan tersebut, Meliadi menyerahkan simbolis kunci rumah kepada Tan Pin Bio (60 th) untuk hibah rumah layak huni dan pembiayaan rumah tanpa DP kepada Dewi (47) dengan angsuran 5 tahun sesuai permintaan dan kemampuan konsumen.

Sementara itu, Ketua Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Kamaruddin Batubara menargetkan program hibah rumah layak huni bisa mencapai 140 unit rumah pada tahun ini.

Menurut dia, hibah rumah atau rumah gratis di Desa Jatake yang diberikan saat ini diberikan kepada non anggota. “Karena koperasi menyejahterakan anggota pada khususnya dan non anggota pada umumnya. Jadi harus ada pemerataan ekonomi karena kalau pemerataan berjalan, Insyaallah tidak ada kesusahan, seperti rumah gratis dan rumah tanpa DP ini,” katanya.

Untuk itu, Kamaruddin memastikan Koperasi Syariah BMI bisa menjalankan kegiatan ekonomi bagi para anggota dan kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kata dia, koperasi juga menjalankan kegiatan di bidang kesehatan dan pendidikan. “Untuk kegiatan kesehatan kita jalankan sanitasi dan untuk pendidikan kita berikan pendidikan gratis sampai perguruan tinggi bagi 50 anak yatim yang lulus seleksi. Oleh karena itu, dalam rancangan UU Koperasi yang tengah dibahas, kami mengusulkan koperasi memiliki multi usaha seperti di luar negeri, dimana koperasi mempunyai bank, hotel, rumah sakit dan lain-lainnya,” kata dia.

Terkait pengembangan usaha, menurut dia, pihaknya akan mendirikan Koperasi Konsumen Benteng Mikro Indonesia yang didasari prinsip kekeluargaan dan gotong royong.

“Dengan 138 ribu anggota kita, kalau kita kumpulkan saja Rp100 ribu maka totalnya sudah Rp138 miliar, dan ini cukup untuk membeli 1 hotel. Atau 138 ribu anggota kita membeli beras masing-masing 1 liter saja, maka sudah berapa ribu ton beras yang harus disediakan, hasilnya sudah berapa banyak. Banyak yang harus kita persiapkan, mulai petani dan pembukaan lahan yang luas,” katanya.

Dengan demikian, dia mengungkapkan pandangannya secara filosofis yakni jangan mencari hidup di koperasi tetapi menghidupkan koperasi karena kalau koperasi sudah hidup maka bisa menghidupkan anggota dan pengelolanya.

Pada kesempatan yang sama, Pj Bupati Tangerang DR Komarudin mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya dengan adanya pihak-pihak lain yang membantu terkait penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan di Tangerang.

Menurut dia, saat ini terdapat 50 ribu rumah di Kabupaten Tangerang yang kondisinya memprihatinkan dan tidak layak huni dari jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang yang mencapai 3,5 juta jiwa “Karenanya, kita sambut baik semua uluran tangan yang sudah ambil peran di dalam menangani perumahan ini,” kata Komarudin.

Berdasarkan anggaran daerah (APDB) Kabupaten Tangerang sebesar Rp5,3 triliun pada tahun ini, sekitar 40 persen untuk operasional pemerintahan dan sisanya digunakan untuk memenuhi belanja publik. Dan nominal uangnya hanya 6 persen beredar di pemerintahan, lebih banyak peredaran yang ada di masyarakat sehingga diperlukan kerjasama dengan pihak swasta, koperasi dan lainnya dalam menjalankan seluruh program bagi masyarakat.

“Koperasi jadi pilihan dan solusi bagi masyarakat yang terkendala akses permodalan. Tentunya tidak hanya masalah rumah tapi hal lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” kata Pj Bupati Tangerang yang pada kesempatan tersebut langsung mendaftarkan diri sebagai anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia.