Sukseskan UNBK, LPDB-KUMKM Akan Bantu Pembiayaan Pengadaan Komputer

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mengatakan pihaknya akan membantu sekolah-sekolah untuk memiliki komputer melalui skema biaya operasional sekolah (BOS).

“Saya kira sudah tepat, kalau salah satu koperasi yang merupakan vendor Telkom yaitu Koperasi Pegawai Telkom (Kopegtel) yang cukup bagus, sehingga memungkinkan dana bergulir kepada Kopegtel,” kata Braman Setyo seusai pertemuan dengan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo), di Hotel Ibis Transmart Bandung, Kamis (7/6) malam.

Menurut Braman, dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 yang lalu, banyak sekolah yang belum memiliki komputer, sehingga ada siswa sekolah yang menumpang ujian di sekolah tetangganya.

“Kami akan menjadikan sekolah di kota Bandung sebagai pilot project untuk bantuan pembiayaan melalui dana bergulir,” katanya.

Menurut Braman, apabila pilot project ini berhasil, bukannya tidak mungkin dilakukan hal sama ke berbagai sekolah di kota lainnya.

Menurut dia, program ini untuk membantu pemerintah di bidang pendidikan. Pada saat UNBK yang lalu, banyak siswa yang diminta membawa komputer, padahal tidak semua siswa memiliki komputer.

“Sehingga sudah tepat kalau LPDB-KUMKM membiayai salah satu koperasi yang merupakan vendor Telkom,” katanya.

Menurut dia, Kopegtel adalah koperasi yang cukup bagus, sehingga wajar apabila LPDB-KUMKM membiayai koperasi tersebut.

“Kopegtel bekerja sama dengan koperasi guru yang ada di sekolah-sekolah. Biaya pembelian komputer tersebut diambil dari dana BOS,” ujarnya.

Telkom, sambungnya, akan menghitung berapa kebutuhan komputer di kota Bandung dan berapa kebutuhan biaya serta kemampuan Kopegtel untuk menyediakan komputer tersebut.

“Saya kira kalau membiayai pembelian komputer semua sekolah, tidak mungkinlah. Tapi kami ingin melihat analisis kelayakan usahanya. Ini merupakan momentum yang sangat bagus untuk menyediakan komputer bagi sekolah- sekolah dalam menyongsong UNBK tahun berikutnya,” tambahnya.

Braman mengatakan proyek pengadaan komputer untuk UNBK merupakan proyek rintisan dalam pengadaan komputer untuk UNBK di Bandung.

“Ke depannya, pola ini akan kami terapkan ke berbagai kota lainnya,” ujarnya lagi.

*Pembiayaan Koperasi Kopi*

Dalam pertemuan antara LPDB-KUMKM dengan Jamkrindo tersebut, juga dibahas mengenai rencana pembiayaan bagi koperasi yang bergerak di bidang perkopian.

“Koperasi tersebut adalah BMT ITcon yang mempunyai 4.000 anggota yang 60 persen di antaranya adalah petani kopi dari Kabupaten Bandung. Saya kira sangat prospektif karena sesuai dengan misi LPDB-KUMKM untuk membiayai koperasi yang bergerak di sektor produktif,” ujarnya.

Menurut Braman, pihaknya ingin membuat kelompok- kelompok yang bergerak di bidang perkopian.

“Nanti LPDB-KUMKM akan membiayai kelompok- kelompok tersebut dengan sistem tanggung renteng,” tuturnya.

Dia mengatakan hasil produksi petani kopi akan dijual ke pembeli yang akan mengekspornya ke Maroko.

“Jadi pasarnya sudah ada. Nanti akan kita kerjasamakan dengan BUMN. Nanti ada koperasi yang melakukan roasting. Nanti produknya akan dijual ke Perusahaan Perdagangan Indonesia atau PPI sehingga mereka tidak sulit untuk memasarkannya,” tuturnya.