Supaya Efektif, Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol harus Ditata Secara Matang

djonggi1

Waktu yang dapat ditempuh menggunakan jalan tol harusnya bisa diprediksi berapa lama pengemudi sampai di tujuan. Kini, infrastruktur transportasi darat yang sudah ada, semisal jalan tol Jakarta – Bandung maupun sampai ujung pulau Jawa (Merak – Surabaya) maupun di daerah-daerah lainnya tidak bisa diprediksi berapa waktu tempuhnya dan jam berapa tiba.

Ini merupakan penataan pembangunan jalan tol yang kurang pas. Hal itu disampaikan Pengamat Publik DR Djonggi M Simorangkir SH MH dalam perbincangan kepada media di Jakarta, senin (/7/2019).

“Ya ini resiko pembangunan yang diawali pembuatan jalan tol yang asal-asalan tanpa perencanaan ke depan yang matang, harusnya di kiri kanan tol tidak boleh milik siapapun, terkecuali jasa marga (Pemerintah) dan dapat diperlebar kiri kanan 8 – 10 jalur,” kata Djonggi.

Ia menambahkan, space marka jalan juga hatus agak lebar dari sekarang sehingga mobil-mobil biasa, motor-motor besar seperti Harley Davidson dan Dum Super Truk dpt ngebut tidak khawatir saling senggolan. Djonggi mencontohkan seperti di California USA, jalan ( Infrastruktur) merupakan urat nadi lalu lintas dan perekonomian yang sangat penting utama terbaik bagi negara dan rakyat.

“Untuk pembangunan tol Jakarta Cikampek kita harus bersabar, mungkin membebaskan lahan kiri kanan tol yang sudah ada milik orang-orang kuat sangat sulit yang tidak perduli kepentingan umum sesuai pasall 33 UUD sehingga mungkin dibangun ke atas yang sangat memakan waktu kareba lalu lintas yang sangat padat akibat semakin banyak orang-orang kaya di Republik ini,” jelasnya.

Ia mengenang, dahulu berasana isteri salah satu orang yang pertama melewati jalan tol Padalarang menuju Jakarta, setelah mendengar berita radio di mobil bahwa mulai hari ini jam 06.00 pagi tol Padalarang ke Jakarta sudah dapat dilalui.

“Kita ragu-ragu benarkah berita ini dan kita coba-coba dengan rasa was-was karena belum ada orang yang lewat, total waktu tempuh dari Bandung menuju Jakarta hanya 1,5 jam karena tanpa hambatan,” kenangnya.

Iapun menyarankan, saat ini seluruh jalan tol yang sudah dibangun di seluruh Indonesia dan juga yang akan dibangun dibuat aturan, tanah di kiri kanan tol dengan jarak yang ditentukan tidak boleh dimiliki siapapun terkecuali Bina Marga ( Pemerintah) yang dapat setiap saat diperlebar sewaktu-waktu digunakan sesuai keadaan dan kebutuhan. Lahan yqng belum diganti (dibebaskan) sesuai NJOP saat ini berlaku dibayar sampai uang negara ada.