Tahun 2019, Jamkrindo Syariah Optimistis Bisa Tumbuh di Atas 25%

images

PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) berhasil membukukan kinerja yang cukup menggembirakan sepanjang tahun 2018. Baik dilihat dari kinerja penjaminan maupun keuangan perusahaan. Dari sisi penjaminan, sampai dengan akhir tahun 2018 tercatat nilai penjaminan Jamsyar sebesar Rp 21,15 trilyun.

Atas penjaminan tersebut, Imbal Jasa Kafalah (IJK) yang diterima oleh Jamsyar pun sebesar Rp 292,74 milyar. Untuk laba tahun berjalan tahun 2018 sebesar 21,54 Miliar atau 116,24% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018.

Plt Direktur Utama Jamkrindo Syariah Gatot Suprabowo, mengungkapkan, kinerja tersebut berhasil dicapai berkat langkah strategis. Yaitu, inovasi produk penjaminan, penambahan jaringan layanan, optimalisasi IT untuk proses bisnis dan kegiatan pendukung di perusahaan.

“Serta penguatan human capital baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dan penyempurnaan system manajemen human capital untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan,” terangnya, terkait Kinerja Jamsyar Tahun 2018, di Jakarta, Senin (31/12).

Dengan berbekal kinerja yang sangat memuaskan di tahun 2018, Jamsyar pun, kata Gatot, optimis di tahun depan akan mampu memberikan penjaminan sebesar Rp 28,32 triliun dan meraih laba sebesar Rp36,22 miliar, serta mendapatkan IJK sebesar Rp380 miliar.

“Tahun 2019, Jamkrindo Syariah masih sangat optimistis untuk bisa tumbuh di atas 25%,” ujar Gatot, yang didampingi Kepala Divisi Bisnis Jamkrindo Syariah Ari Perdana Gandhi.

Kinerja Jamsyar juga terlihat dengan jumlah mitra bisnis yang terus bertambah. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat cukup membaik untuk bersyariah. Terlebih pemerintah melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) juga berkomitmen agar syariah berkembang di masa mendatang.

“Insya Allah akan terpacu,” tambah Gatot. Gatot melanjutkan, pada November 2018 Jamsyar mampu menyelesaikan klaim sebesar Rp62 miliar. Ini menunjukkan komitmen layanan primer Jamsyar bisa dipercaya sebagai mitra bisnis. Dibandingkan tahun lalu klaim yang terselesaikan hanya Rp9,2 miliar. Perseroan menargetkan volume penjaminan dapat mencapai Rp26 triliun pada 2019 atau tumbuh 25% dari proyeksi volume penjaminan hingga akhir tahun 2018. Perseroan memperkirakan volume penjaminan sepanjang Januari – Desember 2018 dapat mencapai Rp20 triliun,” ujarnya

Direktur Keuangan, SDM dan Umum Jamkrindo Syariah Endang Sri Winarni, menambahkan, untuk mencapai target tersebut, Jamsyar akan menerapkan strategi yang sama dengan tahun 2018. Selain itu, berupaya meningkatkan brand image perusahaan serta didukung dengan penambahan modal.

“Penambahan modal ini untuk penambahan kapasitas guna mendukung ekspansi pasar yang luar biasa di tahun 2018 dan 2019. Penambahan modal akan dilakukan oleh Perum Jamkrindo selaku Pemegang Saham secara bertahap, di tahun 2018 dan 2019 dengan total tambahan modal sebesar Rp300 Miliar,” jelasnya.

Dengan tambahan modal tersebut, kapasitas penjaminan semakin bertambah serta meningkatkan kredibilitas perusahaan. Endang menambahkan, PT Penjaminan Jamkrindo Syariah pada 2018 telah menambah empat kantor unit pelayanan di kota Balikpapan, Pekanbaru, dam Lampung. Ekspansi jaringan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap nasabah Jamkrindo Syariah yang terus bertambah.

Saat ini, Jamkrindo Syariah telah memiliki 10 kantor pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kota yang disasar untuk pembangunan kantor unit layanan, merupakan kota-kota dengan jumlah nasabah yang terus meningkat. Atas kinerja tersebut, Jamsyar berhasil meraih 12 Award dari berbagai institusi di tahun 2018 di usianya yang baru 4 tahun. Antara lain, Penjamin KUR 2018 terbaik ke III dari Kementerian Perkonomian, Marketing Performance Terbaik Sektor Financial & Hospitality dari BUMN Track, dan Enterprise Risk Management Award – II – 2018 dengan Predikat Silver kategori Perusahaan Multifinance – Syariah dari Economic Review.

Selain itu, Indonesia Human Capital Award-IV-2018 dengan Predikat Gold kategosi Perusahaan Multifinance – Non Tbk dari Economic Review, Revolusi Mental Award 2018 kategori Anak Perusahaan BUMN, sebagai Indonesia Mandiri Terbaik dari BUMN Track, dan Legal Award kategori Anak Perusahaan BUMN terbaik dengan Predikat Platinum dari Economic Review