Tim Relawan Ahok-Jarot Laporkan Dugaan Pelanggaran Kampanye di Hari Tenang

Tim Relawan Ahok-Djarot, usai melaporkan dugaan pelanggaran proses Pilkada DKI Jakarta ke Bawaslu DKI, kawasan Danau Sunter Jakarta Utara, Selasa (14/2/2017)

Tim Relawan Ahok-Djarot, usai melaporkan dugaan pelanggaran proses Pilkada DKI Jakarta ke Bawaslu DKI, kawasan Danau Sunter Jakarta Utara, Selasa (14/2/2017)

Salah satu Tim Relawan Pemenangan Ahok-Jarot C Suhadi SH MH mendatangi kantor Bawaslu DKI Jakarta. Kedatangannya untuk melaporkan dugaan pelanggaran proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

“Kami melaporkan dugaan pelanggaran proses Pilkada oleh paslon Nomor Urut 1,” Kata Suhadi kepada wartawan, di gedung Bawaslu DKI Jakarta, selasa (14/2/2017).

Bukti yang diberikan ke Bawaslu berupa 2 print kiriman share yang merupakan ajakan kampanye dari Pasangan calon nomor urut 1 melalui media what up. “WA tersebut saya terima pertama berupa kartu prioritas menangkan Agus sylvi. Kemudian yang kedua berupa ajakan kepada RT RW dengan iming-iming imbalan pemberdayaan satu milyar setiap tahun,” ungkap Suhadi.

Padahal imbuh Suhadi, WA yang diterima senin (13/2/207) kemarin dari temannya, Joejoe tersebut sudah memasuki hari tenang jelang dilakukannya Pilkada 15 februari ini.

“Berdasarkan Undang-undang Pilkada kan tidak boleh berkampanye di hari tenang. Ini jelas-jelas ajakan untuk memilih calon tertentu, saya mempunyai dugaan ini dikirimkan pada Saat masa tenang,” jelas Suhadi.

Suhadi dan teman-temannya diterima oleh Komisioner Bawaslu M Jufri yang didampingi oleh para penyidik Bawaslu. Adapun no laporan 032/Lp/Pilkada-Prov-DKI/II/2017, Bawaslu minta agar pelapor melengkapi bukti yang disampaikan supaya lebih cepat langkah langkah Bawaslu bekerja.

“Tadi kita diterima oleh Komiaioner Bawaslu Pak Jufri dan timnya. Bawaslu meminta bukti fisiknya. Kami juga diminta sengajukan saksi-saksi untuk memperkuat laporan tersebut,” pungkas Suhadi.