Tingkat Kehadiran Pegawai Kemenkop dan UKM Sangat Baik

Kementerian Koperasi dan UKM mengklaim tingkat kehadiran pegawai Kemenkop dan UKM pada hari pertama kerja pasca libur lebaran dinilai sangat baik, terbukti dengan persentase kehadiran pegawai yang mencapai 96 persen, atau naik dibanding tahun lalu yang mencapai 94,3 persen.

” Hari ini saya langsung mengadakan sidak dan hampir seluruh pegawai Kemenkop dan UKM masuk dan bekerja kembali seperti biasa,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram, di Jakarta, Senin (3/7).

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menpan dan RB yang menganjurkan pegawai tidak cuti setelah lebaran, kecuali sakit atau hal yang tidak bisa ditinggalkan. Juga diperkuat oleh Surat Edaran Sekretaris kemenkop dan UKM yang melarang cuti pegawai pasca lebaran.

Tercatat dari 734 pegawai Kemenkop dan UKM, yang hadir di hari pertama pasca lebaran 698 pegawai. Sisanya, ijin (22 pegawai), cuti (9), sakit (5), dinas luar (1) dan alpa (31). Mereka yang ijin dan cuti, pengajuannya sudah dilakukan sebelum lebaran.

Sementara itu LLP KUKM (Lembaga Layanan Pemasaran) yang merupakan BLU Kemenkop dan UKM mencatat tingkat kehadiran 100 persen dari pegawainya yang 172 orang, dengan rincian 169 hadir dan 3 teknisi yang tidak masuk sebagai pengganti masa saat lebaran.

Sedangkan LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) tingkat kehadiran 96 persen, tercatat dari 301 pegawai, hadir 280, cuti penting (3), cuti bersalin (1), sakit (3), Satpam libur (2) dan alpa (12) .

Meski tingkat kehadiran relatif tinggi, Kemenkop dan UKM juga telah menyiapkan ketentuan sanksi bagi yang tidak masuk tanpa alasan di hari pertama pasca lebaran ini.

Sanksi itu berupa peringatan yang akan berpengaruh pada penilaian kinerja pegawai yang bersangkutan.

“Alhamdulillah lebaran tahun ini semua berjalan lancar, lalulintas lancar berkat koordinasi yang baik antara Kemenhub, Kepolisian RI dan Kementerian PUPR yang sigap dalam menyiapkan infrastruktur,” kata Agus.

Sementara harga-harga barang dan jasa, relatif stabil, walaupun utk beberapa komoditi ada juga yang mengalami kenaikan, tetapi dalam batas yang wajar atau tidak mengakibatkan gejolak. Ini juga tentu berkat kerjasama yang baik antara Kementerian dan Lembaga terkait khususnya Kemendag, Kementan dan Asosiasi Pengusaha serta masyarakat pelaku UKM dan Koperasi pada umumnya.

Agus menambahkan, mudik juga membawa berkah bagi UKM di daerah yang banyak diserbu pemudik baik itu berupa kuliner, kerajinan, fesyen dan sebagainya. ” Sehingga UKM di daerah bisa tumbuh dan berkembang,” katanya.