Wabup Pessel Ajukan Praperadilan Ke PN Jakarta Pusat

IMG-20180201-WA0034

Wakil Bupati Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, Rusma Yul Anwar mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh PPNS pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Praperadilan dengan nomor 04/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Pst itu didaftarkan di PN Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).

Melalui kuasa hukumnya Daniel Heru B Simorangkir dan Irvandi, pemohon berdalih bahwa penetapan status tersangka kepada Rusma Yul Anwar, tidak sah. “Kami menganggap penetapan status tersangka terhadap klien kami tidak sah, karena tidak cukup alat bukti. Klien kami terlebih dahulu sudah dinyatakan tersangka di berbagai media di Sumbar padahal saat itu penyidik belum mengeluarkan status tersangka terhadap klien kami,” kata Daniel Simorangkir kepada wartawan, usai mendaftarkan praperadilan di PN Jakpus.

SPDP terhadap Rusma Yul Anwar, dianggapnya juga tak sesuai Permen KLHK No 11 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Daniel juga menyatakan penyitaan barang bukti berupa sampel bakau dan surat-surat serta foto dalam penyidikan perkara Rusma Yul Anwar dinilainya tidak sah karena tidak dibuat berita acara dan tanpa adanya surat perintah.

“Sprindiknya kami nilai tidak sah karena penyidik bukan Tim Penyidik Terpadu dari KLHK plus Kejaksaan dan Kepolisian, sesuai pasal 95 ayat 1 UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” jelas Daniel.

Seperti diketahui Rusma Zul Anwar ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dengan suratnya No S-51/PHP-1/PPNS/2017 tertanggal 1 Nopember 2017 dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan denda paling sedikit 3 M. Ia disangka merusak mangrove atau hutan bakau. Selain itu ia juga disangka telah melakukan usaha atau kegiatan tanpa ijin di Kawasan Wisata Mandeh.

Padahal Kawasan Wisata Mandeh ini merupakan kawasan wisata ‘Raja Ampat’nya Sumatera yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu. “Padahal tujuan Rusma Yul Anwar adalah untuk Camping Ground yang kelak akan dimanfaatkan oleh pelajar dan Pramuka di kawasan tersebut,” pungkas Daniel.