Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie Sambut Kemenag Tangsel

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyambut baik inisiatif Kemenag Tangsel yang terus berupaya memberikan sumbangsih untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sesuai tugas yang melekat dalam dirinya. Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan dapat membangun sinergi dengan pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi membentuk masyarakat yang religius.

Hal ini disampaikan Benyamin Davnie saat menghadiri istighosah yang diselenggarakan oleh Kemenag Tangsel pada hari Rabu (02-01-2018). Memakai baju putih dan berpeci hitam, kehadiran Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mewakil Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany yang sedang melakukan ibadah umroh, menarik perhatian para peserta terutama kaum emak-emak.

Hadir didampingi sejumlah pejabat Pemkot Tangsel, wakil wali kota Benyamin Davnie yang menyampaikan sambutan tanpak teks mengemukakan beberapa hal, di antaranya motto pemerintah Kota Tangsel, dan lainnya.

Menurut Benyamin, keberadaan Kementerian Agama yang mengurus bidang keagamaan, membinaan kerukunan umat, dan melakukan pembinaan agama memiliki arti sangat strategis khususnya di Kota Tangerang Selatan.

Sebagai wali kota baru pemerintah Kota Tangsel membutuhkan peran aktif sejumlah Kemenag Tangsel dalam mewujudkan mimpi utama pemerintahan kota. “Bapak Ibu tahu bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan memiliki motto Cerdas Modern Religius,” ujar Benyamin Davnie.

Benyamin mengemukakan, pemerintah Kota Tangsel memiliki tanggungjawab membentuk masyarakat memiliki pemahaman kuat dalam bidang keagamaan. Peran tersebut, misalnya, bagaimana mendidik dan membina masyarakat tentang pentingnya kehadiran agama dalam kehidupan sosial.

Menurutnya, peran tersebut dapat mudah dilakukan oleh Kemenag Tangsel karena organ-organ di bawahnya cukup banyak seperti Pokjaluh, Pokjawas, persatuan guru-guru agama, dan lainnya.

Salah satu peran yang urgen dilakukan Kemenag Tangsel, sambung Benyamin, melakukan sosialisasi atau kampanye untuk mendorong masyarakat terus-menerus meningkatkan pemahaman dalam bidang agama.

Namun Benyamin mengingatkan bahwa jika masyarakat ingin belajar agama tidak dari hanphone atau internet yang sangat terbatas. Sebaliknya, masyarakat hendaknya belajar langsung kepada guru dan kitab-kitab yang ditulis para ulama, ahli.

“Kehadiran Kemenag sangat dibutuhkan oleh masyarakat Tangsel terutama mendorong masyarakat untuk memiliki pemahaman bahwa belajar agama tidak dari handphone atau internet, tetapi langsung pada guru dan kitab-kitab yang tersedia,” ujar Benyamin Davnie yang juga jadi pembina upacara HAB ke-73 di halaman MAN Insan Cendekia.

Sinergi yang dapat dibangun antara Kemenag Tangsel dan pemerintah Kota Tangsel adalah bagaimana Kemenag menjalankan peran sebagai pendorong masyarakat ke arah kehidupan yang lebih baik dan menjadi mediator program-program pemerintah kota dalam bidang religiusitas.

Pemerintah Wali Kota Tangerang Selatan menyambut berbagai kegiatan yang dilakukan Kemenag Tangsel dalam rangka membina masyarakat memperkuat religiusitas warga Tangsel. “Dirgahayu Kementerian Agama ke-73, mari kita jaga kebersamaan, kekompakan, dan persaudaraan sesama anak bangsa khususnya di Tangerang Selatan,” sambung Abdul Rojak. (YBi)