Wujudkan Program Nawacita, LPDB Ingin Kembangkan Koperasi Kopi di Jambi

IMG-20180426-WA0033

Kopi adalah salah satu andalan sumber daya alam Indonesia. Namun hasil sumber daya alam ini harus ditingkatkan nilai tambahnya, supaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, yang dimulai dari petani hingga pedagang kopi dan bahkan cafe-cafe yang ada.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) ingin mendapatkan masukan langsung dari pelaku usaha kopi tanah air, baik dari sisi tarif, skema dan syarat yang harus disiapkan oleh LPDB UMKM untuk dapat mendukung industri kopi di tanah air.

“Pada 2018 ini LPDB KUMKM ingin memfokuskan pembiayaan pada sektor pertanian yang merupakan amanat Presiden Joko Widodo untuk mendukung program Nawacita,” kata Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo pada diskusi dengan tema “Potensi Pembiayaan LPDB KUMKM ke Sektor Usaha Pengolahan Kopi Asli Indonesia”, di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Tahun ini, tambahnya, LPDB menargetkan penyaluran dana bergulir sebesar Rp 1,2 triliun. Dari jumlah itu, yang akan disalurkan melalui koperasi simpan pinjam sebesar Rp 120 M. Untuk koperasi sektor riil sebesar Rp 480 M, Rp 360 M untuk usaha mikro, kecil dan menengah. Sisanya Rp 240 M akan disalurkan kepada Lembaga Keuangan Bank Atau Lembaga Keuangan bukan Bank.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Jambi Agus Rizal mengatakan, potensi ekspor produk-produk pertanian dan perkebunan sangat besar. Potensi itu seperti kopi, kelapa sawit, karet dan lain-lain.

Untuk ekspor paling besar kesempatannya adalah kopi. Namun menurutnya, kendala yang dihadapi selama ini hanya masalah pembiayaan.

“Di Jambi paling lengkap industri pertanian dan perkebunan, sehingga bila ada tambahan bantuan dana dari LPDB kami sangat senang dan pasti pelaku industri kopi akan maju,” ujar Agus Rizal.

UMKM kopi, imbuhnya, kalau dibiayai maka uang itu kembalinya sangat cepat. “Berilah kami kesempatan dalam hal pembiayaan, kami dari Dinas akan mendorong dan siap mendampingi LPDB sampai dengan tingkat petani,” jelas Agus Rizal.

Di tempat yang sama, Rina Safitri Ketua Komunitas UMKM Kopi Propinsi Jambi mengungkapkan, koperasi di Jambi sangat banyak, tapi hidup segan mati tak mau. “Kebanyakan koperasi sawit, namun koperasi kopi belum ada. Kami berharap berikan fasilitas pembiayaan bagi para pelaku perkebunan dan UMKM kopi di Jambi,” harap Rina.

Ia juga meyakinkan, kualitas kopi dari Jambi sangat enak dan tidak kalah dari produk kopi dari daerah lain. “Jangan ragukan rasa kopi dan produk olahan UMKM dari Jambi,” imbuh Rina meyakinkan.