Bagikan sekarang

Empat lembaga dari hulu hingga hilir saling bersinergi untuk mensukseskan program pemerintah memangkas jalur birokrasi pemasaran produk Koperasi dan UMKM. Keempat lembaga tersebut adalah Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM), BGR Logistic, PT Perikanan Nusantara (Perinus) dan PT Jamkrindo.

Mereka melakukan penandatanganan kerjasama untuk proses penjualan produk perikanan bertema “Dukung Digitalisasi warung di Indonesia”melalui program belanja di warung tetangga. MoU itu dilaksanakan di Jakarta, senin (10/8/2020).

Keempat lembaga ini mempunyai visi dan pemahaman yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat masa pandemi covid-19. “Kami sebagai kepanjangan tangan pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat, di mana keempat lembaga ini mempunyai porsi sendiri-sendiri yang disinergikan menjadi satu yang mempunyai tekad bulat untuk mensejahterakan masyarakat dalam kondisi saat ini,” kata Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo, kepada wartawan usai penandatanganan MoU.

LPDB KUMKM, tambahnya, mempunyai porsi memberikan intermediari terhadap suplay-suplay kepada Perinus dan BGR Logistic, sehingga suplay-suplay ikan akan lancar, suplayer tidak menunggu lagi, mencari offtaker atau mencari bagaimana pembayarannya. Perinus dan BGR merasa suplayernya aman dan terjamin, “kolaborasi inilah yang merupakan tekad kami bersama,” harap Supomo.

Posisi LPDB KUMKM ada di hulu, dengan posisi hilir yang semakin aktif maka imbuh Supomo, akan ada gerakan yang semakin optimal ataupun sporadis. Jamkrindo juga menurutnya mempunyai peran yang selalu mengawal koperasi-koperasi bersama LPDB. “Inilah peran yang saling bersinergi, LPDB hadir untuk masyarakat KUMKM,” tegasnya.

Dengan sinergi ini, maka nelayan hanya berfikir bagaimana menangkap ikan, sedangkan koperasi hanya berfikir membeli ikan tangkapan. Tangkapan ini yang akan dijual ke Perinus. Perinus hanya berfikir menjual dan menjual ikan. Sedangkan BGR Logistic yang nantinya akan mensetting bagaimana cara memasarkannya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama BGR Logistic Kuncoro Wibowo mengatakan, dengan MoU ini nantinya BGR akan membeli ikan dari koperasi-koperasi yang kemudian disalurkan ke warung-warung dengan program belanja di warung tetangga, dengan menggunakan aplikasi mitra warung pangan, sehingga warung-warung akan mendapatkan harga yang lebih murah.

“Ini merupakan ekosistem dari hulu ke hilir yang menyatu,” papar Kuncoro.

Sementara Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Perinus) Farida Mokodompit menyampaikan, Perinus akan menciptakan warung yang bisa bersaing dengan harga murah, sehingga orang mind setnya berbelanja di warung tetangga. Program ini juga untuk mensukseskan program physical distancing untuk mencegah penularan covid-19.

Perinus bersama dengan ketiga lembaga yang lain sangat mensuport hal ini. Karena begitu besarnya potensi dan permintaan terhadap penyerapan produk petani dan nelayan, tentu saja memerlukan modal yang tidak sedikit. “Kami tidak memiliki modal sebesar yang ditugaskan untuk menyerap 3.000 ton ikan per bulan untuk didistribusikan ke masyarakat dan sebagian untuk ekspor, maka dana yang dibutuhkan sebesar Rp 75 Miliar per bulan. Untuk itu kami membutuhkan pembiayaan dari lembaga keuangan maupun perbankan,” papar Farida.

Pada kesempatan itu Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto juga menyatakan kesiapannya melaksanakan MoU ini. Jamkrindo yang merupakan PT yang mengkover penjaminan terhadap KUMKM ini, perlu memikirkan bagaimana pelaksanaan pasca penandatanganan MoU ini, “ini program yang bagus karena kita mencoba memotong jalur-jalur birokrasi yang panjang,” urainya.

Hadir juga pada kesempatan tersebut staf khusus Menteri Koperasi dan UKM Reza Damanik. Menurutnya, kemitraan sangat diperlukan bagi UMKM untuk maju dan berkembang. LPDB KUMKM yang bekerja dengan Perinus-BGR Logistic dan Jamkrindo, maka UMKM akan berkembang baik. KUMKM menurutnya tidak boleh bekerja sendiri, tapi harus bekerja sama dengan banyak pihak.

“LPDB akan memprioritaskan penyaluran dana ke koperasi, maka peran koperasi akan lebih strategis. Kami di sini sangat berkepentingan, karena ada BUMN yang mau membeli produk-produk KUMKM yang sudah dikurasi atau mempunyai tingkat kesehatan yang baik dan dibiayai oleh LPDB,” jelas Reza Damanik.

Dana yang digunakan LPDB untuk merealisasikan program ini merupakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Koperasi dan UMKM dengan bunga yang sangat ramah dan murah, 3% per tahun.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *