Bagikan sekarang

Para Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSP Farkes K-SPSI dari berbagai perusahaan di Indonesia, telah melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Advokasi Hubungan Industrial yang mengetengahkan berbagai materi diklat yg dihubungkan dengan issue-issue kekinian dalam hubungan industrial.

Diklat Advokasi yang digelar selama 3 hari (20-22 Maret 2020) bertujuan supaya para PUK F SP Farkes mengenal tentang permasalahan- permasalahan hukum yang dihadapi di masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja.

Diklat advokasi tersebut antara lain mengetengahkan Materi : Mekanisme Beracara di Pengadilan Hubungan Industrial, Seluk Beluk Hubungan Kerja dan PHK, serta Materi lainnya.

Diklat ini dibuka oleh Ketua Umum PP FSP FARKES K- SPSI yang sekaligus Sekjen DPP K-SPSI, Rudy Prayitno, SE dengan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP-KSPSI Djumhur Hidayat dan Sekretaris Umum PP Farkes KSPSI Lilik Nugroho serta Ketua Bidang Organisasi Micahel Derozari PP FSP Farkes.

Dengan menghadirkan para nara sumber antara lain, Elias H Purba, SE, SH, MH salah seorang Hakim PHI dan Siti Marwiyah SH, Pengacara kondang yang khusus menggeluti dunia Hubungan Industrial dan Pemateri lainnya.

Dalam sambutannya, sekaligus membuka acara Diklat tersebut, Rudy Prayitno berharap agar para peserta yang merupakan Pimpinan dan Pejuang serta Aktivis Perburuhan (Union) dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan menimba serta menggali kedalaman dunia hubungan industrial sebagai bekal memperjuangkan hak hak pekerja buruh dalam hubungan kerja.

Salah satu nara sumber dalam diklat tersebut Elias Purba berharap, para Ketua PUK dapat membawa misi Hubungan Kerja yang Dinamis, Profesional dan Bermartabat di perusahaan masing-masing, demi meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Diklat ini merupakan tempat yang tepat untuk mengasah dan menambah wawasan serta pengetahuan para pimpinan unit kerja, dalam menjalankan kewajibannya membela kepentingan pekerja/buruh. “Pendidikan seperti ini akan menjadikan kita semakin terasah dan makin maju serta makin diperhitungkan semua pihak,” tambah Elias, dalam paparannya.

Ia juga sangat mengapresiasi semangat dan daya juang para PUK untuk tetap hadir dalam diklat yg diselenggarakan DPP FSP FARKES tersebut di tengah situasi penyebaran corona seperti ini. Elias juga berharap para Ketua PUK bisa kembali ke daerah untuk menularkan ilmunya kepada anggota, dalam mengadvokasi anggota di seantero negeri ini dan sekaligus mempersiapkan diri dalam seleksi dan penerimaan hakim adhoc di periode mendatang.

Dalam kesan dan pandangannya, salah seorang Ketua PD Farkes SPSI Sumatera Utara Noviandy mengungkapkan bahwa Diklat yang diselenggarakan tersebut sangat bermanfaat bagi para PUK. Untuk itu DPP FSP Farkes K-SPSI Diharapkan bisa kembali mengumpulkan para PUK dari federasi manapun agar mengikuti Diklat seperti ini. “Dengan keikhlasan untuk membela hak-hak para pekerja, yang berbekal dari Diklat ini, kita pasti akan menjalani hidup dalam keberkahan” paparnya.

Sementara Ketua PUK FSP Par KSPSI Unit Ayodya Resort Bali, Slamet Suranto berharap, agar ketika dipercayakan menjadi pengurus, maka setiap pribadi harus selalu siap apapun tantangannya. “Diklat ini menjadikan kita menyadari bahwa kita tidak sendiri, memiliki banyak teman. Untuk itu ia berharap agar Pendidikan dan Pelatihan seperti ini bisa dilanjutkan sesering mungkin dengan materi yang lebih padat dan variatif,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wiwid Widuri, Ketua Panitia Diklat Advokasi meminta agar para pengurus dan Pimpinan Unit Kerja (PUK) yang hadir, untuk turut serta berperan aktif dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Bentuk Partisipasi itu bisa dilakukan dengan melakukan sosialisasi terhadap himbauan pemerintah dalam pencegahan penularan Virus Corona yaitu Social Distancing (Menjaga jarak), menghindari keramaian, tinggal di rumah, mencuci tangan dan banyak mengkonsumsi air putih, makanan bergizi dan vitamin utk meningkatkan imun dalam tubuh.

“Wabah ini memang sangat memprihatinkan karena menimpa seluruh dunia, karenanya mari kita sama-sama melakukan upaya pencegahan. Oleh ksrena itu,
Para Ketua PUK ini kita minta ikut mensosialisasikan kepada para anggota terkait pencegahan covid-19,” ungkap Widuri, dalam sambutannya.

Ia meminta seluruh Anggota FSP Farkes SPSI atau Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia untuk waspada namun tidak perlu takut dan panik terhadap virus corona.
Widuri juga meminta anggotanya untuk tetap mengikuti dan melaksanakan himbauan pemerintah.

Diklat yg dihadiri oleh 30 orang peserta tersebut akhirnya ditutup oleh Salah Satu Ketua PP SP FARKES KSPSI Gatot subroto

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *