Bagikan sekarang

Masyarakat harus sadar pentingnya mematuhi protokol kesehatan covid-19 dalam beraktivitas untuk mencegah meluasnya pandemi yang ada saat ini. Aktivitas untuk berputarnya roda perekonomian masyarakat memang penting, namun kesehatan juga tak kalah penting. Era transisi new normal saat ini berarti tatanan kehidupan baru yang ditandai dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan kebersihan.

“Karenanya konsep transisi new normal, bagaimana berhasil mencegah pandemi covid-19, namun ekonomi masyarakat juga tetap jalan demi memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat secara luas,” kata Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) saat berbincang-bincang dengan Mediasi Online, kamis (23/7/2020).

Begitupun di dalam dunia pendidikan baik di bangku sekolahan maupun di perguruan tinggi, menurutnya, bagaimana pendidikan terselenggara dengan baik, namun tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan pandemi covid-19. Proses belajar mengajar diprioritaskan untuk tetap dilakukan secara online/daring.

“Sekolah maupun pihak perguruan tinggi saat ini memikirkan, pelajaran/mata kuliah yang harus dilakukan secara tatap muka, kita berusaha meminimalized tatap muka sedemikian rupa, tatap muka per kelas maksimal 50% dari kapasitas, dengan tetap menjaga kebersihan, melengkapi fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan, termasuk fasilitas kesehatan, sehingga pada awal semester gasal september yang akan datang mudah-mudahan sudah terkondisikan fasilitas dan persiapan yang sudah matang,” papar praktisi pendidikan ini.

Yang terpenting imbuhnya adalah, bagaimana kampus bisa membedakan mata kuliah yang harus tatap muka dan yang bisa dilakukan secara daring.

Secara umum imbuhnya, saat ini minat kuliah masyarakat menurun, karena tuntutan ekonomi yang belum stabil, kampus survive saja sudah bagus karena kemampuan membayar juga mengalami penurunan yang drastis. Inilah yang sedang dialami oleh sekolah dan perguruan tinggi pada umumnya.

“Kita mencoba menyadarkan mahasiswa terkait kewajibannya supaya pendidikan tetap berkelanjutan maka harus ada kerjasama antara lembaga dengan mahasiswa, karena dana operasional dibebankan kepada mahasiswa dalam bentuk SPP,” urai Sumaryoto.

Beberapa waktu lalu ada penilaian dari sebuah lembaga penelitian bahwa Unindra menduduki peringkat 9 besar tingkat DKI Jakarta terkait penyelenggaraan pendidikan yang baik dan profesional, Selama ini Unindra hanya konsisten dengan visi misinya, yaitu membantu masyarakat dengan dana yang terjangkau. Dalam penilaian itu peringkat pertama UI, disusul peringkat kedua Binus, ketiga UIN dan Unindra nomer 9.

Kondisi saat ini ia berpendapat, dengan tuntutan ekonomi masyarakat yang sangat tinggi, tidak mungkin mundur dengan penerapan lockdown seperti yang sudah pernah dilakukan. Namun Sumaryoto juga merasa kecewa dengan kesadaran sebagian masyarakat yang kurang disiplin, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan kebersihan.

“Aparat harus tegas menindak perilaku yang kurang disiplin sehingga pencegahan pandemi covid-19 berjalan baik,” harapnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *