Bagikan sekarang

Pemerintahan Presiden Joko Widodo sangat peduli terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), ini terbukti dengan banyaknya skema-skema pembiayaan yang diberikan saat ini. Peran UMKM memang sangat strategis untuk membangun perekonomian Indonesia, terutama pasca pandemi covid-19 ini.

Salah satu skema itu adalah program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk UMKM yang nilainya Rp 123,46 triliun dari total keseluruhan dana PEN Rp 659 triliun, ditambah lagi program-program lainnya. Itu semua digelontorkan pemerintah agar ekonomi masyarakat tumbuh kembali.

“Peran UMKM sangat strategis, jangan sekali-kali mengecilkan perannya, semua kebijakan harus selalu berpihak kepada mereka, UMKM merupakan nyawa perekonomian bangsa Indonesia,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73 sekaligus peringatan Hari UMKM Nasional ke-5, di Cianjur Jawa Barat, kamis (13/8/2020).

Koperasi juga, imbuhnya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam membangun UMKM. Ekonomi Indonesia saat ini memang sedang mengalami kondisi yang tidak mudah, pertumbuhan -5. Tentu ini memerlukan kebersamaan untuk membangun kembali ekonomi secara nasional. UMKM tidak boleh berdiri sendiri, mereka harus berkolaborasi, salah satunya melalui koperasi.

Pemerintah dalam waktu dekat ini tambah Rully, juga akan menyalurkan bantuan uang tunai senilai Rp 2,4 juta ke pelaku UMKM.
Bantuan akan diberikan untuk 12 juta UMKM. Meskipun masih memungkinkan untuk ditambah lagi jumlah UMKM penerima dana itu karena animo masyarakat yang terlalu tinggi. Dana itu diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro yang belum mendapat akses perbankan.

“Skema-skema itu dilakukan untuk pemulihan ekonomi khususnya pelaku UMKM,” jelas Prof Rully.

Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73 sekaligus peringatan Hari UMKM Nasional ke-5 di Cianjur dengan tema “Koperasi kuat anggota sejahtera, UMKM unggul Cianjur manjur Indonesia maju, bangga buatan Indonesia”, ini juga dihadiri Plt Bupati Cianjur Herman Suherman. Menurutnya
di era new normal saat ini pertumbuhan Koperasi dan UMKM di Cianjur merosot. Meskipun juga beberapa waktu lalu sudah dilakukan pelatihan-pelatihan.

“Insya Allah di masa adaptasi kebiasaan baru ini, pelaku UMKM bersama koperasi bisa bangkit kembali produktivitasnya. Semoga pemerintah pusat mengucurkan dananya khusus buat pelaku UMKM di Cianjur,” harap Herman.

Atas nama Pemkab Cianjur ia mengucapkan terima kasih kepada KemenkopUKM atas bantuannya kepada pelaku UMKM dan Koperasi di Cianjur.

Sebelumnya Sekretaris Dekopinwil Jawa Barat Hugo Siswaya mengungkapkan, gerakan Koperasi dan UMKM di Cianjur di masa pandemi ini tentu mengalami hambatan. Biasanya UMKM itu bisa menjadi penyangga perekonomina, tetapi sekarang justru mendapat hantaman yang luar biasa.

“Acara hari ini digelar juga berarti sekaligus untuk membangkitkan kembali UMKM di Cianjur. Hotel, makanan, transportasi jadi kembali bergerak,” ungkap Hugo yang juga ketua Dekopinda Cianjur ini.

Pihaknya bersama-sama dengan Kadiskoperindag Cianjur tetap semangat untuk menggerakkan kembali UMKM.

Acara itu juga diisi dengan pemberian penghargaan lencana emas koperasi Jawa Barat kepada Bupati Cianjur, atas segala upaya yang dilakukan dalam upaya memfasilitasi gerakan koperasi dan UKM khususnya di kabupaten Cianjur. Di tempat acara juga dipamerkan berbagai macam produk unggulan UMKM baik kuliner, kerajinan maupun pakaian.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *