Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah mendorong UKM untuk dapat bersaing dan meningkatkan produktivitas maupun daya saingnya melalui digitalisasi pemasaran produk UKM.

“Hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan katalog digital atau online. Ini bertujuan untuk mendorong UKM memperluas pangsa pasarnya baik pasar dalam negeri maupun luar negeri,” ucap Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Fixy dalam acara Forum Group Discussion (FGD) Pemasaran Katalog Digital/Online Produk UKM di Semarang, Kamis (1/9).

Lebih lanjut, menurutnya tantangan eksternal yang akan dihadapi dalam pengembangan UKM ke depan ialah semakin menguatnya keterbukaan ekonomi internasional atau globalisasi.

Fixy menegaskan, era globalisasi mengakibatkan UKM berhadapan dengan pasar domestik maupun internasional yang memiliki tingkat persaingan semakin tajam.

“Maka dari itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan input baru bagi UKM tentang bagaimana UKM dapat memanfaatkan teknologi digital untuk peningkatan penjualan produknya, baik melalui marketplace maupun dengan katalog digital yang dimiliki oleh UKM,” kata Fixy.

Fixy menekankan, transformasi digital bagi UKM merupakan sebuah ikhtiar holistik, tidak hanya dari aspek pemasaran saja, melainkan juga membangun ekosistem yang meliputi proses bisnis dari hulu ke hilir.

Selain itu, branding untuk produk juga dikatakan perlu diperkuat sehingga mudah dikenal dan diterima oleh konsumen.

Menurut Fixy, peningkatan jumlah UMKM yang bertransformasi digital akan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digitalnya.

Namun demikian, upaya ini perlu disertai perluasan akses pasar, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dalam manajemen, hingga kualitas serta kuantitas produk.

“Dengan pendekatan digital UMKM, kami optimistis target yang diberikan Bapak Presiden yaitu 30 juta UMKM onboarding pada platform digital pada tahun 2024 dapat tercapai sehingga kita dapat mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati menyampaikan bahwa produksi dan pemasaran merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, sehebat apapun inovasi produk yang dihasilkan, akan menjadi sia-sia ketika tidak didukung dengan strategi pemasaran yang cerdas dan efektif.

“Salah satu strategi meningkatkan promosi dan pemasaran yang sangat relevan dengan kondisi saat ini adalah digitalisasi melalui e-katalog produk UKM,” ucap Ema.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membangun paltform bernama Blangkon Jateng (Belanja langsung toko online) yang merupakan aplikasi pengadaan barang/jasa pemerintah terintegrasi sistem elektronik.

Sejak diluncurkan tahun 2021, per Agustus 2022 ini jumlah UKM yang telah onboarding mencapai 4.276 UKM dari 17 kabupaten dan kota dengan jumlah produk 100.981 unit dan total transaksi Rp147,83 miliar.

UKM yang hadir sangat antusias dilihat dengan hidupnya sesi diskusi dan sangat tertarik dengan adanya kegiatan ini karena langsung didampingi untuk onboarding ke Shopee dan SMEsta ( https://smesta.kemenkopukm.go.id/ )

Perlu diketahui, kegiatan FGD Pemasaran Katalog Digital/Online Produk UKM diikuti oleh 35 UKM yang ada di Provinsi Jawa Tengah yang bergerak di sektor usaha rotan/furnitur, kriya, natural ingredient, fesyen, dan makanan minuman untuk mendukung haji umroh dengan menghadirkan narasumber dari PT. Shopee Indonesia, Gapura Digital Semarang, dan Tim SMEsta Kementerian Koperasi dan UKM.

Dengan adanya kegiatan FGD ini, diharapkan dapat memberikan input positif dan membuka cakrawala serta pola pikir UKM tentang pentingnya pemasaran katalog digital/online produk untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pangsa pasar produk UKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published.