Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Ahmad Zabadi mengatakan bahwa keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) seperti LDP PPI sangat penting dalam upaya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang perkoperasian.

Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM Ahmad Zabadi saat menghadiri pelantikan pengurus/manajemen LDP PPI di Wisma LSPPI, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/9) juga memberikan apresiasi dan menyampaikan selamat atas pelantikan pengurus/manajemen Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Profesi Perkoperasian Indonesia (LDP PPI).

”Kami harap dengan menejemen yang baru LDP PPI dapat membantu KemenKopUKM dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kecakapan para pengurus koperasi di Indonesia,” katanya.

Zabadi juga berharap LDP PPI turut serta mendorong kemajuan koperasi di Indonesia.
Dengan adanya LSP seperti LDP PPI ini akan memacu pelaku koperasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang perkoperasian serta kompetensi yang diperlukan dalam mengelola koperasi sebagai entitas bisnis yang bertujuan menngkatkan kesejahteraan anggota.

“Saya berharap LSP ini (LDP PPI) akan berkontribusi dalam menyiapkan SDM koperasi kedepan yang lebih baik. Karena bagaimanapun pengelolaan menejemen koperasi itu mengharuskan adanya prasyarat kompetensi yang unggul,” kata Ahmad Zabadi.

LDP PPI merupakan lembaga yang dibentuk oleh Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Asosiasi Profesi Perkoperasian Indonesia (DPP APPI). LSP ini memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan jasa pendidikan, pelatihan kerja, pemagangan, dan pendampingan bidang perkoperasian, kewirausahaan, dan UMKM.

Ahmad Zabadi menambahkan selain bertugas untuk mencetak SDM yang unggul di bidang perkoperasian, LDP PPI ini diharapkan bisa membentuk karakter SDM yang memiliki integritas tinggi terhadap koperasi. Sehingga tidak hanya teori dan konsep tentang koperasi yang dipahami oleh pengurus koperasi namun juga karakter yang baik juga wajib dimiliki oleh pelaku koperasi.

“Saya berpesan di samping meningkatkan skill SDM, LSP juga penting untuk membangun karakter karena koperasi itu memerlukan orang yang memiliki hard skill juga soft skil. Jadi bukan sekadar orang yang punya kompetensi, tapi juga dedikasi dan spirit yang baik,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum APPI, Muhammad Taufiq menambahkan pihaknya berkomitmen untuk aktif melakukan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku koperasi. Dijelaskan bahwa LDP PPI memiliki tanggung jawab moral untuk membantu koperasi-koperasi di Indonesia agar lebih maju.

“Kami akan terus menggerakkan LDP PPI untuk melakukan pelatihan-pelatihan, kita sudah ada beberapa mitra di berbagai tempat termasuk di Universitas Koperasi Indonesia,” ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan beberapa poin misi LDP PPI antara lain menyelenggarakan diklat. Kemudian menyelenggarakan pendampingan dan menghimpun serta meningkatkan kompetensi fasilitator, pendamping, dan pengelola lembaga diklat. Selain itu mengembangkan jejaring dan membina lembaga diklat dan pendampingan koperasi, kewirausaahaan, dan UMKM.

Pihaknya akan memfokuskan pada upaya peningkatan kemampuan dan kompetensi para pengurus koperasi yang bergerak di bidang Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Menurutnya KSP menjadi perhatian utama bagi LDP PPI untuk meningkatkan SDM pengelolaan koperasi karena persoalan yang dihadapi oleh KSP rata-rata cukup rumit dan merupakan jenis mayoritas koperasi di Indonesia.

“Jadi koperasi itu ditentukan oleh mutu SDM, maka sejak dulu kami tekankan koperasi harus dimulai, dikembangkan, dan dikendalikan oleh pendidikan. LSP ini jadi bagian dari proses pendidikan pengelolaannya,” kata dia.

Adapun anggota LDP PPI yang dilantik dalam acara tersebut yaitu Direktur yaitu Ir Syafrial S, MM. Kemudian Manajer Diklat adalah Luhut Sinaga, SKom, MM. Selanjutnya Manajer Pendampingan adalah Drs. Irianta Narun, MM, dan Manajer Umum yaitu Armein Rifai, SH.

Leave a Reply

Your email address will not be published.